Jumat, 04 November 2011

About Wedding

Berbicara soal pernikahan, siapa yang tidak ingin menikah di usia dewasanya, sunnah Rasull yang sebagai umat Islam harus dan mungkin mesti untuk menikah. Membangun sebuah keluarga yang Sakinnah Mawardhah dan Warahhmah. Suatu hubungan interpersonal dengan pasangan yang memang sudah ditentukkan oleh Allah Swt. Mendapatkan seorang pasangan hati yang dicintai dan juga mencintai kita apa adanya, memiliki hubungan yang harmonis dan kenyamaan saat bersama adalah keinginan setiap manusia dewasa


picture from here

Tapi sesimple itukah sebuah pernikahan, apakah hanya menyatukkan 2 individu yang berlawan jenis antara pria dan wanitanya ?. bagaimana dengan keluarga khususnya orang tua. Bagaimana tingkat kepentingan pihak ini untuk kelangsungan sebuah pernikahan?
Dalam sebuah pernikahan yang sewajarnya tidak hanya menyatukkan dua individu namun juga melibatkkan kedua keluarga bahakan yang terpenting adalah orangtua masing-masing pihak. Bagaimana dengan salah satu dari pasangan itu tidak mendapatkan izin bahkan restu dari ornagtua akan pilihan pasangan hidup mereka itu atau mungkin malah keduanya, woowww inilah yang paling sengsara he.he.he.he.he
 Pertanyaannya : Apakah sanggup dan berani untuk masuk kedalam sebuah keluarga yang sama sekali tidak mengingkan keberadaannya ?
Banyak yang menjawab : Siapa takut. Toh yang akan menjadi suami atau istrinya menyayangi dan menginginkan dia. Namun ada juga bberapa diantaranya yang bilang: Ogah aaah. Mending juga cari yang lain. Tapi tak sedikit juga yang masak bodoh dengan semua ituh. Dan malah menjauhi sama sekali keluarga pasangannya yang tidak menginginkan dia itu.
Tapi sungguh aku tak pernah tau jawaban apa yang lebih baik dan lebih benar untuk di lontarkan. Tapi bukankah lebih baik berusaha dulu untuk mendekatkan diri dan mencari suatu hal yang menjadi penyebab dari ketidak sukaan orang tua dan keluarga akan pasangan kita baik itu atau bahkan sebaliknya. Memperbaiki diri atau mungkin juga merobah pencitraan orang terhadap diri karna batas antara suka dan benci itu tidak terlalu tebal.
Namun bila kondisi itu berada di pihak saya sih lebih memilih untuk tidak memaksakkan diri untuk menghancurkkan hati dan cinta orang tua hanya untuk mempertahankan satu hati dan cinta yg lain.

0 komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...