Senin, 07 November 2011

CARA MENDEKATI ORANG ATAU ATASAN YANG SELALU SIBUK

Setiap karyawan yang memiliki ide-ide keratif akan menjadi sia-sia apabila dia tidak mempunyai kesempatan atau tidak ada yang bisa mendengarkan ide-ide keratif tersebut. Alangkah tertekan dan frustasinya bila harus menghadapi situasi seperti itu. Nah berikut ini ada beberapa prinsip berdasarkan psikologi modern untuk bisa atau dapat menemui, menghubungi dan mendekati seorang atasan yang selalu sibuk :
1.     Dekati dan bekerjalah dengan sekretaris atasan.
Ini bukan berarti untuk mengatakan “Peliharalah sekretaris atsan”. Maksudnya disini adalah perlakukan dia sebagai seorang professional. Anggap bahwa ia mengerti akan atasannya, bekerja bersama dia sekaligus untuk mengetahui apa yang sednag terjadi. Ingat jangan kemukakan semua ide anda kepada sekretaris atasan anda, tapi jangan berusaha untuk menyembunyikan seluruhnya. Diskusikan situasi itu dengan dia secara terbuka. Bekerjalah bersama dia untuk mencari cara etrbaik yang memungkinkan anda dan atasan anda dapat emlakukan suatu diskusi berguna
2.    Persiapkanlah pendapat-pendapat anda secara tertulis.
Untuk mengemukakan ide–ide anda agar tidak menjadi ide yang kabur dan kemudian segera hilang dari pikiran atasan anda, Maka persiapkan dalam bentuk tulisan ringkas yang memfokuskan bagian dan tujuan yang positif.
3.    Buatlah kejutan terhadap atasan anda dengan kedatangan anda membawa pemecahan, bukan masalah. Misalnya berupalaternatif-alternatif penyeleseian sudah anda persiapkan dengan baik. Ini merupakan pintu erbuka untuk anda dimasa datangnya.
4.    Jangan buat suatu pidato melainkan lakukanlah suatu dialog.
Mungkin akan sangat melegakan bagi seorang karyawan dapat atau pada akhirnya bias memenui atasannya yg sibuk secara langsung, sehingga dia mengmukakan seluruh ide dan isi pikirannya secara panjang lebar sehingga membentuk sebuah pidato yang membosankan, hindarilah kondisi seperti itu. Ajukkanlah pertanyaan-pertanyaan dan bangkitkan pertanyaan dan komentar. Lakukan segala sesuatu yang dapat anda lakukan untuk membuat pertemuan itu menjadi suatu pembicaraan yang santai dan timbale balik.
5.    Perolehlan apa yang menjadi maksud kedatangan anda itu, dan keluarkanlah dengan jawaban dan tindakan kongkret.
Tentunya sebelum mengemukakan ide-ide tersebut anda sudah mengerti dan memahami terlebih dahulu, sehingga yang anda butuhkan dari atasan hanyalah persetujuan, maka apabila telah memperoleh persetujuan jangan diamkan terlalu lama. Mulailah mengerjakan rencana itu sesegeramungkin
6.    Perkuatlah persetujuan yang telah dicapai dengan bukti tertulis.
Seringkali atasan mempunyai pengalaman tidak enak karena berpikir bahwa dia sudah menyetujui sesuatu hal, tapi kemudian ternyata bawahannya menafsirkan pembicaraan persetujuan itu berlainan sama sekali. Dan tidak ada tindakan atau usaha lanjutan dari persetujuan itu. Maka buatlah kesimpulan secara tertulis mengenai pertemuan adna dengan atasan.  Dan pastikan bahwa atasan adna setuju dengna kesimpulan tertulis tersebut, barangkali melalui sekretarisnya bahawa dia sudah melihatnya, mengerti dan menyetujuinya.

picuture from here

Semoga bermanfaat buat yang membacanya ^_^

Sumber: Psikologi Manajemen, Mortimer R. Feinberg 1996



4 komentar:

  1. Wih, mantap nih buat kalo udh kerja ntar.. :)

    BalasHapus
  2. ^_^ praktekin ajaah. tar klu berhasil kasih tau yah

    BalasHapus
  3. trimakasih infonya...
    sangat menarik dan bermanfaat...
    mantap...

    BalasHapus
  4. TERIMAKASIH INFONYA GAN, JANGAN LUPA KUNJUNGI JUGA WEBSITE KAMI, UNTUK INFO LEBIH JELAS KUNJUNGI www.interiorjakarta.com
    thanks :))

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...