Minggu, 19 Agustus 2012

Selamat Hari Raya Idul Fitri

1 Syawal 1433 H, yup berarti hari ini lebaran Idul Fitri lagi dan alhamdulillah masih dipertemukan oleh Allah dengan hari besar kemenangan ini, mudah-mudahan dan semoga masih bisa ketemu Ramadhan tahun depan berharap sih bisa lebih baik lagi.

Secara penampakkannya lebaran tahun ini masih sama, dengan tahun-tahun lalu nggak terlalu ada perubahan yang mencolok, cuman bedanya tahun ini di rumah berasa sepi, pasalnya tukang heboh dan tukang bikin masalah lagi mudik kekampung emaknya, alhasil mesti rayain lebaran dengan suasana rumah yang sepi nggak serame tahun lalu.

Tapi oke lah, Minal aidhin walfa idzin mohon maaf lahir dan bathin untuk semua yang ikut merayakannya ^_^




Jumat, 03 Agustus 2012

Wadduuuh mak lagi galau ... padahal sebelumnya aku nggak pernah menganggungkan kata yang beberapa waktu ini merajai dunia maya.
Pertanyaannya kenapa aku bisa galau ???. padahal lagi nggak ada masalah yang begitu memberatkan, tidak ada sesuatu yang menguras pikiran, dan semua berjalan secara aman tentram dan terkendali, nah galau itu aku alami gara-gara tes CPNS. 

Mhhmmmm mungkin aku bukan tipe seorang yang ambisius yang mampu bekerja full teruuss menerus sampai kepuasaannya tercapai.Namun aku lebih senang bekerja dengan uraian keja yang pasti, punya penghasilan dan yang terpenting mempunyai hari libur yang teratur. karna itulah aku masih minat untuk ikut tes CPNS kementrian yang masih buka tahun ini. Tapi masalahnya datang gara-gara keisengan ku.

Konaeksi internet sini rada-rada lemot coba registrasi dari malam ampe jam 10 siang masih nggak kebuka juga, ini nih yang bikin kesabaran ku abis terkuras, rencananya sih mau ambil posisi di balai rehabilitasi eh malah iseng uji coba ambil yang di daerah (kebutuhan cuman 1 orang). Dan hasilnya ketrima SUKSES pula
Gila aja, mungkin nggak tuh aku jadi no 1 diantara sekian banyak yang daftar, ammpuuuunnnn


Selasa, 17 Juli 2012

Kodok Hijau


Lima tahun yang lalu usaha penaklukkan gunung angsa hanya di lakoni oleh 5 orang cewek pemberani dan gigih tak kenal takut. Kalau di daftar itu ada Ami, Yuka, Widi, Resti dan Sarah. Sebelum melakukan pendakian seperti biasanya kelima orang cewek ini memohon izin kepada kakek penjaga gunung angsa yang tinggal dan berladang di kaki gunung itu.
Tak banyak wejangan yang diberikan sang kakek melihat penampilan kelima orang cewek ini bukanlah pendaki pemula namun sang kakek amat sangat mewanti-wanti agar tidak ada satu pun yang menginjak kodok hijau penunggu hutan di gunung itu apa lagi membuat mereka sampai mati. “kenapa emangnya kek kalau sampai ke injek” Resti angkat bicara untuk memuaskan rasa penasarannya. “mitos yang berkembang disini kalau sampai ada yang menginjak si kodok hijau itu maka dipastikan dia akan menikah atau memiliki pasangan berwajah jelek” si kakek menjelaskan dengan sedikit terbatuk-batuk.
“oke karna semuanya udah jelas baiknya kita segera berangkat” selesai bicara Yuka langsung berdiri diringi oleh ke 4 orang sahabat yang lain. Udara cukup dingin saat kelima orang cewek pendaki gunung itu memulai perjalanan mereka. Tak ada satupun yang mengeluh hanya senyum yang tergambar dari kelima wajah mereka. “ini adalah perjalanan pertama kita yang hanya cewek semua” Widi mulai memecah kediaman perjalanan mereka dan langsung ditimpali oleh Ami “yup benar Wid, jadi musti penuh kenangan, ya kan?”. “betul banget” ucap Sarah
Perjalanan mereka sudah sangat jauh ditengah gerimis dan jalanan yang licin tak sedikitpun mengurungkan niat mereka untuk menaklukkan puncak gunung angsa tanpa kehadiran seorang cowok pun. Tak bisa dipungkiri ini adalah cita-cita dan keinginan kelima bersahabat itu untuk bisa melakukan pendakian sampai puncak dan menikmati pemandangan hamparan awan putih bersama, sebelum salah satu atau kesemuanya mengakiri status mahasiswinya dan hengkang dari kumpulan MAPALA kampus.
Setelah hampir 7 jam perjalanan Widi berhenti sejenak sambil mengamati kondisi sekitarnya terlihat matahari sepertinya akan menenggelamkan diri di ufuk barat “eii kawan baiknya kita bangun tenda di sekitar sini dari pada ntar kemalaman”. “mhmm ide bagus, kaki ku dah mulai pegal nih” Resti langsung menghenyakkan pantatnya diatas rumput hijau yang lembab oleh gerimis hujan. Melihat tingkah Resti yang sudah terduduk dengan pasrah Yuka pun ikut-ikutan mencari tempat duduk setelah sebelumnya menurunkan tas ranselnya ketanah.
“okei teman-teman biar semuanya bisa berjalan dengan cepat lebih baik kita bagi tugas, Ami dan Widi nyari kayu bakar terus Yuka dan Resti ambil air, biar guwa yang bangun tenda, setuju”. “fine tapi lu jangan duduk doang ntar, bener-bener diri-in tuh tenda” Ami cukup sewot dengan pembagian tugas yang di buat sendiri oleh sarah. “ah udah lah, yok Res kita jalan biar cepet”. Ke empat sahabatnya mulai meninggalkan Sarah yang telah sibuk sendiri mematok-matok lokasi untuk tenda mereka.
Ami masih ngomel-ngomel sendiri karna mendapat tugas nyari kayu, benarnya dia lebih suka ngediri-in tenda ketimbang ngudek-ngudek hutan hanya untuk nyari ranting-ranting kering untuk dibakar “astaga naga ini apaan lembek-lembek dingin” seketika mata Ami melotot menyaksikan seoekor kodok hijau tergeletak tak berdaya dibawah telapak sepatunya Ami. “yaelah Mi mitosnya, lu bakal nikah ama orang jelek” Widi tergelak ngeliat ekspresi Ami yang sangat ketakutan akan kebenaran mitos gunung angsa itu. Widi berusaha mengambil beberapa buah ranting kering yang bisa dia raih dan menarik Ami untuk segera kembali ke lokasi tenda mereka.
“waduuuuh nih sungai jernih amit Yu’ guwa mandi bentar boleh nggak ?? seger nih kayaknya”. “ngaco lu udah sore nih, ntar penunggunya marah”. Yuka melompat-lompat dengan lincahnya diantara bebatuan sungai agar bisa sampai ketengah sungai untuk mengisi tempat airnya dan segera kembali ke lokasi tenda. Namun perhitungan Yuka tidak tepat sehingga kaki kanannya terpeleset dan untuk menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh Yuka menghentakkan kaki kirinya dengan cukup kuat namun “Ammmaaaaak kodok ijo” tanpa sengaja kaki kiri Yuka malah menginjak seekor kodok hijau yang sedari tadi telah ngejongkok di batu pijakan Yuka. “apa an Yuk?”. “kodok ijo Restiiii, guwa nggak mauuu kalo harus nikah ama cowok jelek”. Resti mulai cemas dan sangat berhati-hati saat melangkah memperhatikan jalan agar ia tida khilaf dan menewaskan seekor kodok hijau di kakinya seperti Yuka.
Yuka bersungut-sungut jalan mendahului Resti yang masih melangkah dengan sangat hati-hati sambil mengangkat sebuah tabung air karna Yuka sama sekali tidak menghiraukan tugasnya setelah dia menginjak seekor kodok hijau di kaki kirinya. “Yuka tungguin guwa dunk berat nih”. Yuka terus berjalan sama sekali tidak menghiraukan rengekkan Resti di belakangnya. “Aaaaaarrrgggg”. Seketika langkah kaki Yuka berhenti kala mendengar teriakkan histeris Resti yang masih berada beberapa meter di belakangnya. Tak pelak Yuka langsung berhamburan ke arah Resti untuk melihat kondisi sahabatnya yang tadi dia tinggalkan begitu saja. “ada apa Res ???? lu baik”  Resti tidak langsung menjawab pertanyan bertubi-tubi Yuka dan hanya mengantarkan pandangan Yuka kearah kakinya, tepat saat itu seekor kodok hijau telah nyelip dengan kondisi yang sangat mengganaskan dibawah sepatu Resti. “lu juga kena Res” hanya itu kata simpatik yang keluar dari mulut Yuka.
“lu sengaja kan memilih ngebangun tenda disini biar nggak terkena mitos gunung ini kan Sar” sesampai di lokasi tenda Yuka langsung menyerbu sarah dengan suara tinggi. Sarah yang masih kelelahan setelah berhasil mendirikan tenda sendirian hanya bingung sambil menghembuskan nafas keras sisa-sisa lelahnya. “udahlah Yuk ini juga bukan salah Sarah kok” Resti berusaha menenangkan Yuka yang sangat emosi setelah kaki kirinya menewaskan seekor kodok hijau di sungai tadi “lagi pula itu kan hanya mitos blum tentu benar juga kan”.
Tak ada satupun dari ketiganya yang berbicara, hanya bermain dengan pikiran masing-masing ketika terdengar suara tawa Widi yang semakin lama semakin keras. “lu knapa ketawa Wid ?” Sarah bersuara setelah kedua sahabatnya menampakkan batang hidung mereka beberapa meter dari tempat ketiganya berdiri. “ini kaki si Ami abis berciuman mesra dengan kodok hijau, berarti dia bakalan dapat laki orang jelek donk, ha. Ha.” Widi masih saja tak kuasa menahan tawanya dengan nasib yang menimpa Ami. Namun tak seorangpun dari Yuka Resti dan Sarah yang mengikuti aksi Widi. Ketiganya hanya melongo diam “kenapa kalian diam aja” tanya Ami yang langsung dijawab keras oleh Yuka “guwa dan Resti juga menginjaknya kecuali Sarah” tak disangka Widi semakin ngakak sambil memegangi perutnya dan menghentak-hentakkan kakinya hingga tanpa disadari kaki Widi menginjak dua ekor kodok sekaligus sampai isi perut keduanya muncrat kemana-mana.

Hari ini resepsi pernikahan Resti... Yuka, Ami dan Widi saling berpelukkan melepas rindu setelah 4 tahun perpisahan mereka diakhir acara wisuda dan tak pernah bertemu kembali karna masing-masing mengejar impiannya sendiri-sendiri. Ternyata mitos itu memang benar !!!! keempatnya Yuka, Ami, Widi dan Resti akhirnya menikah dengan pria-pria berwajah jelek. Hanya senyum terkulum diwajah mereka saat masing-masing memperkenalkan suaminya.
“ya ampuuuun” Ami terkejut luar biasa dengan mulut terbuka dan mata melotot menyaksikan sarah melenggang dengan bangganya sambil mengandeng seorang pria tinggi semampai dan berwajah tampan. “iii … itu Andrico Evan ? bintang filem keren yang lagi tenar tenarnyah ??” suara Resti bergetar karna tidak percaya yang di iyakan serempak oleh ketiga lainnya.
“hai semuaaaa, udah lama banget yah,  eeh iya kenalin Ric ini sahabat-sahabat ku” Rico menyalami ke empatnya secara bergantian sambil tidak lupa memamernya senyum manisnya yang menawan. “waaaah ternyata mitos itu beneran yah” kata widi sambil pandangannya menunjuk ke arah 4 orang pria jelek yang asyk mengobrol nggak jauh dari tempat mereka berdiri. “aaaah jangan gitu donk, jodoh itu ditangan Tuhan timpal Sarah, eeh ya mas mau minum?” Sarah melangkah santai setelah mendapat anggukkan pelan dari suaminya Rico.
“mhhmmm mas Rico boleh tanya nggak” Yuka sama sekali nggak bisa terima dengan nasib baik Sarah yang bisa menikah dengan pria tampan seperti Andrico Evan sedangkan mereka harus menerima mitos gunung angsa karna pernah menginjak kodok hijau disana. “apa” Rico memamerkan mata elangnya ke arah Yuka. “kok bisa sih nikah ama sarah, gimana cerita nya, dimana ketemunya???”. “sebenarnya, ini rahasia guwa sendiri, tapi jangan sampai di beri tau ke Sarah ya”. “oke” serentak ke empatnya menjawab sambil memasang wajah penasaran.  “dulu 2 tahun yang lalu guwa ada syuting iklan di puncak gunung angsa, nah pas turun gunung selesei syuting tanpa sengaja guwa menginjak kodok hijau” guuubbrrraaaaak ……

Selasa, 08 Mei 2012

Malam Itu (2)


Akhir pekan seperti biasanya aku pulang kerumah, bertemu dengan ayah, ibu,  ponakan-ponakan ku dan juga kedua sodara perempuan ku yang sama seperti ku kembali kerumah setiap akhir pekan. Tetapi tidak dengan kesempatan kala itu. Uniku yang seorang guru tidak dapat meninggalkan daerahnya karna kesibukan-kesibukan di sekolah. Begitu juga dengan adik perempuan semata wayangku harus rela tetap berada di kos-kosannya akibat tugas-tugas kuliah yang menumpuk dan harus segera diselesaikan katanya. Alhasil aku akan tidur sendiri malam itu. Kamar ku cukup besar dengan 2 tempat tidur, lemari, ditambah lagi perabotan-perabotan lainnya  tapi masih terlihat cukup leluasa, nyaman lah.
Malam itu karna tidak ada teman untuk mengobrol ya udah aku langsung tidur lantaran pusing akibat naek bus tadi sore masih tersisa. Aku tidur disalah satu tepi tempat tidur namun dengan arah posisi yang terbalik dimana kepalaku mengarah kebagian kaki tempat tidur. Aku rasa aku tidur cukup nyenyak malam itu sampai akhirnya aku merasakan hentakan dan goncangan tempat tidurku diikuti dengan angin kencang yang mengibas tepat di atas kepala ku seperti seseorang baru saja melangkahi tubuh ku “waduh resek siapa pula ini yang brani-braninya melangkahi tubuh ku” itu kata-kata yang ada dalam benak ku kala itu, karna kesal dan sedikit penasaran aku coba untuk membuka kelopak mata perlahan-lahan, masih dengan pandangan buram bola mataku menangkap sesosok tubuh tua kecil yang sudah bungkuk sedang melipat mukena putih ku yang bisanya tergantung di gantungan yang berada tepat di samping tempat tidur seolah-olah dia baru saja selesai mengerjakan sholat. Aku penasaran dan memperhatikan wanita tua itu dari kaki hingga kepalanya, dia memiliki tubuh kurus kecil dan berambut ikal tipis bergelombang yang nyaris tanpa uban digulung  keatas kemudian diikat dengan karet gelang, kebayang nggak zaman sekarang orang masih mengikat rambutnya dengan karet gelang  seperti tempo dulu saja.


Saat itu aku masih berusaha untuk berpositif thingking mungkin dia adalah tamu atau family ibuku dari kampung yang datang setelah aku tidur malam itu. Aku sama sekali tidak mengalihkan pandangan ku dari sosok wanita tua yang memunggungi ku itu sampai dia selesai melipat mukena dan menggantungkannya seperti biasa kemudian pelan-pelan dia membalikkan tubuhnya perlahan ke arah ku. Penasaran akan siapa wanita itu memaksa aku untuk tetap memperhatikannya mulai dari telinga yang kemudian secara perlahan berputar hingga terlihat pipi keriputnya sampai akhirnya sebagian besar wajahnya sudah terlihat. Gleeeeeeek Ya Allah ….  secepat kilat aku kembali menutup kelopak mataku. Seketika tubuh ku merinding dan jantungku berdegub dengan sangat kencang, kurasakan peluh mulai membanjiri tubuhku hingga terasa mengalir. Aku gemataran tak sanggup sama sekali untuk kembali membuka mata untuk memastikan apakah sosok wanita tua itu benar-benar mirip dengan nenek ku yang telah meninggal sejak aku kelas 3 SD atau tidak. Takut dan aku merasakan tubuhku gemetaran meringkuk dan masih dalam posisi yang sama seperti semula. Aku sama sekali tidak tau berapa lama aku membiarkan diriku berada dalam ketakutan itu sampai akhirnya aku coba memberanikan diri untuk membuka kelopak mata kembali,  dan melihat keseluruh ruangan namun wanita tua itu telah menghilang, tanpa pikir panjang aku bangkit dan menyerbu kamar kedua orang tuaku lalu menghambur tepat ketengah-tengah mereka. Aku benar-benar ketakutan …..

Sabtu, 28 April 2012

Akhirnya Kalah juga

Sebenarnya yang paling menyiksa dari kerjaan ini pada saat dituntut untuk menyiapkan bahan ditengah-tengah rasa kantuk yang menghadang .... ya elllah tuh kan jadi error ngomongnya. tapi beneran lhooo. sejak 3 bulan belakangan ini gangguan insomnia kembali menyerangku. waduuh bagaimana tidak kalo hampir tiap hari tidurnya selalu lewat tengah malam .... paginya bangun jadi tak seger terus bakal nguap-nguap tak tentu arah siang harinya. 

Padahal aku sempat berjuang dengan keras menerapkan higiene tidur agar terlepas dari gangguan insomnia yang ku derita sejak awal kuliah dulu dan setiap saat nyari musik-musik klasik yang lembut untuk terapi musik sebelum tidur. wallllaah sekarang malah jadi kalah telak ..... sebenarnya sih gangguan sulit tidur yang ku alami dulu itu tuh karna kesalahan sendiri, dengan membiasakan diri terbangun sampai lewat tengah  malam dan membiarkan otak tetap bekerja keras padahal seharusnya sudah waktunya untuk beristirahat. hasil akhirnya yaah menikmati bertahun-tahun gangguan insomnia, yang tekadang hanya sekedar untuk baca buku, ngobrol dengan teman satu kossan atau terperdaya untuk menonton film-film yang hampir 80% ku dapatkan gratis dari teman ku yang pencinta film.

Baru satu tahun terakhir ini aku merasakan nikmatnya tidur teratur eeeh malaah jebol lagi sekarang ... duh duh duh Y_Y

klu tidur kek gini bakal di pecat nggak yah ????

Kamis, 12 April 2012

Gempa Aceh Mempercepat Gempa Padang, headline salah satu surat kabar yang dibacakan dalam Apakabar Indonesia tadi pagi sempat membuat aku merinding, bagaimana tidak, bayangan kejadian-kejadian gempa yang mengguncang padang sejak tahun 2005 hingga 2010 masih sangat melekat di ingatan ku. Malam-malam mencekam di tahun 2005 saat  beberapa gempa susulan mengguncang padang sama sekali tidak memberikan kesempatan mataku untuk tidur, Malam hari berada di kompleks perumahan padat ditambah lagi suara-suara seperti bergemuruh saat-saat gempa itu terjadi, duuuuuuh.

Kemudian di tahun 2007 tugas kuliah memaksa ku untuk bertandang keperpustakaan UNP yang berada di dekat pantai padang, gempa tahun itu membuat warga padang sangat panik hampir semua warga yang berada disepanjang pantai padang berusaha menjauh dari tepi pantai menuju kawasan yang lebih tinggi, tak terkecuali kami, disela-sela deru suara mesin mobil dan motor memadati sepanjang jalan kota padang, Ika sahabatku kala itu berucap        
Kalau mati kita mati berdua ya i  Jreeeeeeeng, “ya ampun ka jangan ngomong gitu” tapi kata-kata itu tak sempat keluar dari mulut ku, karna ku takut nanti akan membuyarkan kosentrasi si ika yang lagi bawa motor.

Tahun 2009, bagaimana porak porandanya  padang pasca gempa 30 september yang berpusat di padang pariaman, mungkin hal ini tidak perlu ku critakan karna semuanya pasti sudah mengetahuinya, namun gempa tahun itu telah merengut salah seorang temanku yang waktu itu berusaha untuk menyelamatkan diri dan berlari keluar ruangan tapi usahanya berhenti ditangga lantai 1 ketika reruntuhan dinding-dinding menimpa tubuhnya.

2010 gempa terjadi di mentawai. Tapi 1 dalam kejadian ini aku salut pada seorang teman ku yang biasanya centil, manja, lebih senang ke mall ketimbang ke alam, amat sangat keki kalau jalan yang dia lalui becek, tapi dia sanggup dan berani untuk ambil bagian dalam tugas kemanusian bersama tim PMI nya ke Mentawai.

Kamis, 05 April 2012

Filatelly

awal tahun 1997 aku pernah ikutan acara filatelly yang aku sama sekali nggak ingat untuk rangka apa. tapi yang pasti sejak saat itu aq mulai rajin ngumpulin lembaran-lembaran kecil sebagai alat berkirim-kirim surat itu. mulai dari merengek-rengek minta ikut ke kantor bokap hanya untuk ngudek-ngudek tempat sampah nya mana tau ada amplop berperangko yang telah dibuang, atau langsung nyambar dari tangan pak pos yang datang nganterin surat ke rumah, maklum saat itu pengiriman surat masih mutlak dengan lembaran kecil yang bernama perangko itu.

Kalau aku baru memulainya dari tahun 1997 otomatis aku hanya akan memiliki perangko dengan tahun terbit dari tahun 1997 dan setelahnya dong, berarti nggak terlalu membanggakan itu menurut pikiran ku saat itu, hingga aku kenal seorang teman yang hobby ini baginya adalah warisan. sangat bahagia skali ketika dengan bermurah hati dia mau melakukan barter koleksi perangko tuanya dengan koleksiku yang saat itu masih baru terbit.

    yang ini tahun 1967        ini perangko favorit ku            perangko zaman reformasi


diantara sekian banyak perangko asal USA dua ini yang paling menarik menurut ku


my stamp album

Tapi ulah sepasang tangan kecil yang nakalnya minta ampun berhasil memporak porandakan album perangko ku hingga babak belur. sebagian dari koleksiku bernasib malang, ada yang hilang entah kemana dan juga ada yang merana karna telah disobek-sobek. ampuun jangankan sobek lecet dikit aja udah nggak punya nilai lagi. marah, gondok, kesel, emosi ku sampai puncak ketika ku dapati koleksi kesayangan ku tergeletak pasrah dilantai rumah komplit dengan albumnya yang ancur lebur.

waduh mak bukan karna dia kakak ipar ku, kenapa waktu itu aku hanya diam aja saat dengan santai dia bilang "mungkin perangko sarie di mainin ama zhifa" bukannya bantuin mungutin biar nggak hilang kemana-mana atau larang kek. tapi 100% karna abang ku lagi sensi abis, dikit-dikit tersinggung, dikit-dikit merasa dipojokan, alhasil dari pada menyulut api dengan sedih yg teramat sangat ku kumpulin dan jeprat jepret aja deeh yang masih tersisa pake kamera Hp seadanya .....

                                  
album nya udah rusak

hanya ini yang tersisa



Sabtu, 31 Maret 2012

Malam itu (1)

Sore itu seperti biasanya aku duduk santai di ruangan depan sambil baca-baca Koran tadi pagi yang belum sempat aku baca. Aktiftasku berhenti ketika bokap dan nyokap pulang dan ngasih tau kalau bapak depan rumah dirawat di RS karna penyakit komplikasi yang dia derita. jadi aku musti bantuin ntuk nemanin uni Re nginap dirumahnya malam itu. Untuk soal nginap menginap di rumah tetanggaku itu bukan suatu hal yang baru karna sejak aku berumur tiga tahun rumah gadang berukir merah hati itu adalah tempat bermain yang sangat menyenangkan. Sering aq menolak untuk diajak pulang oleh nyokap dan lebih memilih untuk nginap dan tidur dengan nenek pemilik rumah gadang itu di kamarnya yang unik dan sangat eksotis. Namun itu hanya berlangsung hingga aku beranjak SMP, tubuh nenek sudah sangat tua dan rapuh untuk melawan penyakitnya hingga beliau menghembuskan nafas terakhirnya ketika berobat disalah satu Rumah sakit  di Jakarta.

“okey” tanpa pikir-pikir lagi aku menyanggupi permintaan bokap nyokap cuman bedanya sekarang kami hanya akan tidur berdua di rumah yang sebesar itu.  Karna alasan tak ingin merepotkan aku datang kerumah gadang berukir itu tepat jam 9 malam, aku berharap sesampai disana aku bisa langsung tidur berhubung aku harus berangkat pagi-pagi sekali besok nya. Namun ada nuansa berbeda yang ku rasakan ketika kakiku menginjak lantai-lantai kayu yang slalu bersih dan mengkilat malam itu. Uni Re tidak mengidupkan semua lampu ruangan yang biasanya slalu terang benderangan walaupun rungan besar itu memanjang dari timur ke barat dan juga memiliki lorong-lorong kecil pemisah kamar-kamarnya. Aku hanya ngikut aja ketika uni Re mengajak untuk tidur disudut timur rumah sambil menghadap kearah televisi.

Malam itu cukup dingin walaupun saat itu sama sekali tidak turun hujan. Seharusnya rumah itu hangat walaupun diluar hujan mengingat rumah itu memiliki sedikit sekali fentilasi udara. Jendela-jendela yang ada disepanjang rumah itu tertutup penuh tanpa ada sedikitpun fentilasi udara. Namun malam itu sangat berbeda  aku merasakan udara sangat dingin di tengah-tengah temaram pijar lampu neon di sudut ruangan itu. Perasaan ku mulai tidak enak dan membujuk uni Re untuk menghidupkan tv nya hingga mata ku mulai mengantuk. Jam 11 malam aq sangat bersyukur karna mata mulai lelah dan ingin menutup.

Uni Re menyadarinya dan beranjak mematikan televisinya sekaligus mengganti lampu dengan yang lebih kecil  agar kami cepat tidur dan pagi datang menjelang dengan segera. Aq pejamkan mata dan menarik selimut lebih tinggi menghidari dingin udara yang serasa menembus kulitku hingga tulang. Aq tidak tau itu terjadi jam brapa ketika aku terjaga oleh suara tawa cekikikan yang terdengar sangat dekat dengan telingaku. Seketika bulu romakuku berdiri begitu juga dengan bola mataku terbelalak memenuhi seluruh rongga mataku dengan nafas tersengal aku kembali menarik selimut yang sudah mulai merosot hingga perutku. aq memberanikan diri untuk memandangi seluruh ruangan walaupun dengan nafas ku turun naik dengan dengan cepat dan tidak teratur, kali ini aku merasakan detak jantung berdegub degub keras seperti hendak menghantam tulang dada hingga hancur. baru aku sadari ternyata dinding kayu tinggi yang bersambut dengan loteng kayu melengkung layaknya atap lorong kereta api bewarna coklat itu terlihat sangat menyeramkan ditambah lagi dua foto nenek dan kakek pemilik rumah yang sudah lama meninggal itu tersenyum dengar samar dibalik foto hitam putihnya yang berukuran cukup besar tergantung tepat diatas televisi didepan ku.

Ku kuatkan diriku memejamkan mata dan berusaha menghilangkan pikiran-pikiran lain sambil membaca ayat Allah. Entah berapa detik lamanya aq mulai kembali tidur ringan namun sialnya suara cekikikan itu terdengar semakin keras di telingan kanan ku, hingga aq terjaga dan merasakan tubuh ku ditindih oleh benda yang sangat berat hingga aq terkapar sedikitpun tidak bisa untuk menggerakan tubuhku bahkan ujung-ujung jari dan udara semakin dingin menusuk-nusuk tulang ku tanpa ampun, begitu juga dengan kulit tanganku seperti bersentuhan dengan bulu-bulu kasar yang tebal.  Aku tidak tau seperti apa wujud makhluk besar berat yang mengganggu ku malam itu, suara cekikan tawanya masih terdengar nyaring di telinga dengan perasaan yang sangat takut ku coba untuk perlahan membuka kelopak mata namun seluruh pandangan yang terlihat hanyalah suatu makhluk besar yang berbulu tebal kasar bewarna hitam pekat. Kerongkongan ku terasa sangat kering seketika, nafasku seperti tersekat seolah-olah tak bisa lagi untuk mengalir keluar masuk melalui rongga-rongganya. Walaupun tubuhku masih sangat lemas sama sekali tidak bisa bergerak ku usahakan agar bisa berdzikir dan menyebut nama Allah hingga tanpa ku sadari aku menangis  dan Uni Re terbangun langsung menguncang-guncangkan tubuh ku hingga Alhamdulillah aq terlepas dari tindihan makhluk hitam besar dan berbulu kasar itu. Uni Re menyangka aku bermimpi buruk tapi karna masih dalam suasana takut aku enggan untuk bercerita malam itu, hanya kembali meringkuk di balik selimutku namun anehnya aku merasakan ruangan kembali hangat seperti biasanya.

opps jangan salah ini bukan penampakannya lho


Kamis, 29 Maret 2012

Kenapa (Blog) ?????


Membaca adalah suatu kegiatan yang sangat menyenangkan bagiku, sejak aku mulai mengenal huruf-huruf kapital, Bokap sudah sering bawain majalah anak-anak yang waktu itu aku hanya kenal 2 yaitu Majalah Bobo dan Majalah Aku Anak Shaleh, apabila Bokap pulang ngantor sambil nenteng salah satu dari kedua majalah itu aku dengan spontan akan meloncat setinggi yang aku bisa sebagai bentuk ekspresi kegembiraan. Dari dulu aku tidak pernah pilih-pilih jenis atau isi dari tulisan, apa yang menarik menurut pikiran ku akan ku baca, nggak peduli itu novel, komik, biografi, sejarah, politik, hukum atau apa sajalah.

Pernah seorang teman bertanya kenapa aku suka sekali membaca, dan sering tanpa kenal waktu kalau sudah memegang satu buku atau bahan bacaan, semuanya pasti akan kulahap sampai habis walaupun harus mengorbankan jam tidur malam. Dengan sedikit senyum dan asal nyeplos aku hanya jawab “karna aku ingin bisa menulis”. Welleh gondok sangat karna tanpa aba-aba teman ku langsung ngakak hingga guling-guling kasur. “Ya ampuun sarie, mana bisa nulis. Hasil rangkaian kata-kata lu itu kaku, nggak ada bagus-bagusnya”.

Aiiiis iya juga yah, dulu seorang dosen pernah balikin laporan hasil observasi objek penelitianku karna menurut beliau hasil penjabarannya kurang mengena sasaran. Itu adalah kesalahan pertama dan saat itu aku bertekat tidak boleh mengulangnya kembali. Alhamdulillah hingga akhir kuliah, tidak pernah ngalamin hal yang sama lagi.

Intinya karna hobi baca ku itulah aku mulai belajar ngeblog, sehingga aku akan mendapatkan bahan bacaan dengan mudah dan gampang sekali log in. nggak perlu lagi repot-repot ke pustaka, toko buku, apa lagi pasar loak tempat yang dulu paling sering aku kunjungi. keep smiling ^_^


picture from here 


kalau ada yang mau ngasih ini pasti akan ku trima dengan senang hati, walau semuanya
sudah pernah aku santap habis

Senin, 26 Maret 2012

MUSYAWARAH ADAT


Musyawarah adat untuk aplikasi manajemen suku dan pemberdayaan hukum adat dalam hukum nasional, acara ini diadakan  selama dua hari tanggal 24 dan 25 maret 2012 tepatnya di daerah kota solok dan kabupaten solok, Solok Saiyo Sakato atau yang disingkat dengan S3 tergerak untuk melaksakan muswarah adat untuk membahas mengenai aplikasi manajeme suku dan pemberdayaa hukum adat dalam hukum nasional.

Undangan musyawarah yang terlihat dari meja registrasi peserta dari kab pasaman barat, kab tanah datar, kab 50 kota, kab pesisir selatan di gedung kubung tigo baleh kota solok

Pembukaan dari musyawarah adat ini dilaksanakan pada hari sabtu 24 maret 2012 di gedung kubung tigo baleh daerah solok.Yang berlangsung cukup meriah dengan kehadiran bapak Gamawan Fauzi beserta tamu undangan lainnya. Dalam pembahasannya musyawarh adat ini dibagi kedalam 3 komisi yaitu
1.     Komisi manajemen suku
2.    Komisi restorative justice
3.    Komisi otonomi nagari

Namun dalam postingan ini saya hanya dapat menjelaskan tentang pembahasan pada komisi 2 restoratife justice, karna sebagai notulis saya hanya bertugas untuk membuat notulen seminar di komisi dua itu. Lumayan pengalaman yang sangat menarik dapat ikut bergabung dalam kepanitian acara besar seperti ini, suatu acara yang dihadiri oleh pemuka-pemuka kaum di seluruh sumbar beserta perantau-perantau sumbar yang peduli dengan kemurnian adat minang kabau.

suasana sidang komisi 2 Restorative justice di super Hall GOR batu batupang
kabupaten solok

Topiknya Restorative justice (keadilan restoratif) adalah sebuah konsep pemikiran yang merespon pengembangan sistem peradilan dengan menitik beratkan pada kebutuhan pelibatan masyarakat dan korban yang dirasa disisihkan dengan mekanisme yang bekerja pada sistem peradilan pidana yang ada pada saat ini. Dalam pengertian ini, keadilan restoratif dapat ditempatkan dalam posisi sebagai salah satu untuk mencari penyelesaian konflik secara damai diluar pengadilan.

Penyelesaian perkara dalam kerangka berpikir restoratif justice adalah untuk melindungi kepentingan pelaku utama tanpa merugikan korban. Konsep keadilan restoratif menawarkan pendekatan yang berbeda dengan yang biasa dianut dalam praktek keadilan pidana selama ini. Penangan perkara pidana selama ini cendrung bersifat retributif (pembalasan) dan utilitarian atau rehabilitatif (memperbaiki). Sementara metode penyelesaian perkara pidana dalam konsep restoratif justice adalah secara musyawarah dan mediasi untuk memulihkan keseimbangan dengan melibatkan korban dan pelaku beserta keluarga masing-masing serta wakil masyarakat. Jadi dalam konteks restoratif justice ini otoritas penyelesaian perkara pidana diserahkan atau dialihkan dari lembaga peradilan sebagai wakil negara kepada masyarakat

Sebagai contoh dalam hukum adat minang kabau yang breperan penting dalam penyelesaian masalah kemenakan dipegang oleh ninik mamak, seharusnya tidak ada ninik mamak yang melaporkan kemenakannya kepada polisi selagi itu tidak menyangkut perpecahan dalam NKRI dan tidak bertentangan dengan UU yang berlaku, atau contoh lainnya masalah sengketa tanah ulayat dalam kaum yang notabenenya bukan hak penyelesaian berdasarkan hukum positif dan murni ini adalah kewenangan dari hukum adat.

Selain itu pada rapat komisi 2 Restorative justice di gedung super Hall GOR batu batupang 25 maret 2012 bapak Nudirman Munir juga menyempaikan bahwa pengajuan RUU tentang peradilan hukum adat yang diharapkan dapat diterima dan segera bisa direalisasikan.
sidang paripurna pada sore harinya di gedung solok nan indah kabupaten solok


Walaupun hanya berlangsung dua hari bagai saya musyawarah adat ini cukup berkesan.

tergabung dalam tim yang tidak suka jeprat jepret maka saya harus puas dengan satu-satunya photo yang diambil disela-sela menerima registrasi peserta musyawarah

Kamis, 15 Maret 2012

Schizophrenia

Schizophrenia adalah istilah yang lebih sering di gunakan dalam lingkungan klinis, walaupun seiring dengan perkembangan pendidikan istilah schizophrenia sudah banyak diketahui oleh masyarakat awam, namun demikian penderita schizophrenia akan lebih gamblang di sebut dengan gila. Schizophrenia adalah satu gangguan mental yang paling parah. Kata schizophrenia ini berasal dari bahasa yunani. Schizein (terpisah/ pecah) dan phrenia (jiwa), berarti schizophrenia adalah semacam gangguan yang mempunyai kharakteristik pemisahan antara pikiran, emosi dan perilaku dari orang yang mengalaminya. Dengan ciri utamanya adalah kegagalan dalam reality testing

Sebelum lebih jauh memahami tentang schizophrenia akan lebih baik untuk mengetahui terlebih dahulu tentang waham, halusinasi  dan simtom negatif, karna ketiganya tidak dapat dipisahkan dari penderita schizophrenia

Waham adalah keyakinan yang keliru, yang tetap dipertahankan walaupun ada cukup bukti tentang kekeliruan itu.  Waham ini banyak jenisnya ada waham persekusi, waham kebesaran, nihilstik, dikendalikan oleh orang/ kekuatan lain, waham cemburu, erotomania, dll
Sebagai contoh misalnya seorang tukang kayu merasa mendapat waham dari ayahnya untuk menumbangkan pohon yang ada di depan rumahnya, padahal dalam kenyataan ayahnya sudah lama meninggal.

Halusinasi adalah penghayatan (seperti persepsi) yang dialami melalui panca indera, dan terjadi tanpa adanya stimulus eksternal (rangsangan dari luar). Misalnya seseorang merasa sedang berbicara dengan orang lain padahal pada kenyataannya dia sedang berbicara sendiri, banyak yang manyamakan antar halusinasi dengan ilusi tapi keduanya sangat berbeda, pada ilusi terjadi kesalahan dalam mempersepsikan stimulus yang nyata. Misalnya seseorang merasa telah melihat hantu melayang dibelakangnya, padahal itu hanya bayangan dari dahan kayu yang ditiup angin. Pembagian dalam halusinasi berupa visual (penglihatan), auditorik (pendengaran), olfaktori (penciuman), haptic (sentuhan atau sensasi permungkaan), serta halusinasi liliput.

Symptom negatif berupa perilaku yang seharusnya dimiliki oleh orang normal tapi tidak ditunjukkan oleh penderita schizophrenia, misalnya alogia (kemiskinan kuatitas dan kualitas dari isi pembicaraan), asosialitas (ganaguan yang buruk dalam hubungan social), afek datar (ketidak mampuan menampilkan ekspresi emosi). Sebenarnya masih banyak ciri-ciri simtom negatif lainnya yang dapat muncul pada penderita schizophrenia.  Banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan schizophrenia seperti pengarug stress, kerusakan pada bagian otak tertentu, dan juga karna genetik, seorang penderita schizophrenia bukan tidak mungkin berasal dari keluarga yang memiliki riwayat keturunan sebelumnya yang juga menderita schizophrenia, atau masalah psikologis lainnya

Schizophrenia juga memiliki beberapa jenis diantaranya, tipe paranoid untuk dapat tergolong kedalam tipe ini adalah mereka yang menampilkan lebih dari satu waham atau halusinasi auditoris yang sering, selain itu juga adanya disorganisasi pembicaraan, diorganisasi perilaku atau katatonik. Tipe tidak terorganisasir, adalah mereka yang memunculkan semua simtom tidak terorganisir mulai dari disorganisasi pembicaraan, perilaku, afek datar dll. Tipe katatonik gambaran klinisnya ialah memunculkan 2 perilaku yang diantaranya imobilitas motorik, aktivitas motor yang berlebihan, negativisme yang berlebihan, keanehan gerakan, ekolalia (yang sering disebut latah). Tipe residual bagi mereka yang memiliki kharakteristik hilangnya delusi, halusinasi atau disorganisasi pembicaraan, perilaku, atau perilaku katatonik.
 
Entah akibat perkembangan dan kemajuan jaman atau keimanan yang semakin menipis sehingga akhir-akhir ini saya banyak menemukan orang-orang dengan gangguan mental parah atau bisa juga disebut dengan gila (schizophrenia). Seperti satu sore saat saya snewen dengan tuntutan kerja sehingga pulang kerja naik angkot tanpa berusa untuk tengok kanan kiri langsung duduk dan fokus memandang keluar jendela, sejuk ditiup angin sore tapi lama kelamaan saya sadar kalau ada perbincangan aneh yang berasal dari orang sebelah saya, kontan langsung menengok kearah orang yang duduk tepat disebelah saya yang sedang sibuk berbicara sendiri dengan tingkah polah yang tidak wajar. Walaupun penampilan masih tergolong bersih tapi hidung saya mengendus bau-bau khas nya orang penderita schizophrenia. Wooww mau teriak nanti memancing perhatian si orgil, mau geser geser kemana dalam kondisi angkotnya penuh sesak gituh, maklum waktu itu adalah jam pulang kerja. Tanpa pikir panjang saya minta berhenti dan turun, mana kuat duduk deket orang gila selama 30 menitan. Ehtah lagi sial atau emang lagi musimnya dihari yang sama saya bertemu dengan 2 orang gila sekaligus, yang ke 2 pada saat perjalanan menuju rumah, dimana saya musti melewati gang senggol pemisah antara 2 gedung kampus yang satu-satunya jalan pintas untuk ke rumah. Saya punya kebiasan kalau lagi jalan kaki itu nunduk, awalnya sih hanya untuk melindungi wajah aja dari panas matahari, biar nggak item tapi lama kelamaan jadi kebaisaan, walaupun saat itu udah lewat waktu magrib. Selangkah dua langkah tiga langkah .. opss kaki siapa yang selonjoran di jalan, hedeeuuuh ternyata ketemu orang gila lagi. Kali ini si orgil lagi selonjorran melintang gang sambil asik ngebuka nasi bungkus yang siapa saja melihat pasti bisa menerka itu adalah bungkusan nasi sisa. Disampingnya tergeletak beberapa bungkusan nasi yang kalau aku lihat sekilas ada 5 atau 6 man lah. Waduh gimana ini mau mutar balik kejauhan, mau lanjut takut juga, jangan-jangan ntar tuh orgil megang dan meluk saya … nggaaaak.
Pikir punya pikir ya udah terus aja sambil berdo’a, kalau terjadi apa-apa ntar bisa teriak mana tau bapak-bapak security kampus mau nolongin kan jarak tempat aku berdiri dan pos satpan cuman 5 meteran.

Dua hari yang lalu saat saya lagi asik pilah pilih jeruk di salah satu kios buah, saya melihat salah seorang kenalan yang sudah cukup lama tidak ketemu tapi sungguhpun begitu saya masih ingat siapa namanya, mau negur tapi koq diperhatikan penampilannya sekarang agak aneh, tidak seperti biasanya yang kalem dan rapi. Sekarang bajunya seleboran, rambut acak-acakan, aku hanya bisa diam dan perhatikan dari jauh, dia melangkah satu, dua tiga, empat berhenti komat kamit sendiri, melangkah lagi berhenti lagi komat kamit lagi, duuuh udah sedeng nih orang untung g’ jadi negur.

Paling parah tuh mingu kemaren, saya kedatangan tamu yang mengaku sebagai salah seorang teman sekolah kakak saya sewaktu SMA, tapi aku bingung koq rada-rada aneh yah, dia berbicara tapi pandangan matanya liar, nggak fokus bergerak gerak dengan cepat, gila nih orang kenapa koq gini kali. Karna emang kakak saya nggak dirumah yah saya bilang aja apa adanya. Trus tuh cowok pergi dan berjalan tapi dengan aksi-aksi yang nggak wajar, seprti layaknya seorang pesilat ulung mukul-mukul dan nendang-nendang udara sendiri .. waduuuhhhhh
Itu sih 4 pengalaman ketemu penderita schizophrenia paling berkesan dalam 1 bulan terakhir ini. Selain aksi-aksi penderita schizophrenia lainnya yang pernah saya jumpai, seperti saat saya terpaksa terjebak macet di jalan raya hanya gara-gara seorang penderita schizophrenia berbuat baik dengan menyapu jalan raya sampai bersih tepat  siang hari, atau mendengarkan ceramah agama seorang penderita schizophrenia di tengah lalu lalang keramaian orang pembeli dan penjual di pasar sayur.

Penderita schizophrenia apabila mendapatkan penangan yang tepat memungkinkan bagi mereka untuk dapat kembali masuk kedalam masyarakat dan berlaku secara normal. Walaupun terkadang ada yang musti tergantung kepada obat-obatnya.
Kalau boleh berandai-andai, Jika saya jadi presiden maka saya akan tangkap semua penderita schizophrenia jalanan dan memasukkannya kedalan RSJ khusus orang gila jalanan. Nah looo biayanya darimana?
Gampang saya kumpulin semua uang para koruptor yang sudah mengambil uang Negara untuk akomodasi dan biaya di RSJ tersebut. Kan lumayan tuh usaha dan jerih payah para koruptor dapat bermanfaat bagi orang gila …. ^_^

Senin, 06 Februari 2012

My New Life


Seulas senyum yang mampu menentramkan jiwa, belaian lembut tangan tua yang sanggup menenangkan hati, heedeeuuuhhhh ternyata jauh dari ortu tuh lumayan nyesak yah. Kangen mak, kangen pak. Wlopun blom beberapa lama tapi dah kepikiran, entah emang kangen atau karna stress di tempat kerja baru.

Ini kan masih tahap treyning, tapi koq aku lom bisa lakuin yang berarti yah, masih sekedar yang sederhana-sederhana nya doank, memang sih lebih mendingan dari kerjaan yang kemaren, tapi kan ini lebih sibukkan ... woowwww jadi curhat. Curcol kali yah .. curhat colongan. Hmmm gpp lah dari pada menuh-menuhin diary, mendingan sedikit ngisi-ngisi blog yang sangat kering dengan postingan ..... he.he.he.he.he

Btw pekerjaan yang menyenangkan .... semoga aku bisa dan semangat sarie ...

Selasa, 31 Januari 2012

Kebetulan lagi sendiri di rumah nggak tau mau ngapain, nonton tv acara  tak ada yang menarik, maen game udah bosan, ngobrol dengan teman ... duuuuh beraat di pulsaaaa (maklum lagi musim paceklik).
Akhirnya yaa ini cari-cari video klip lalu yang aku suka, Lumayan menghibur lah menari 


video



video

Ini adalah dua grup musik yang pertama kali aku suka, lantaran makhluk aneh yang ku panggil abang saban hari slalu konser di kamarnya dengan volume full. Berisiiik sih, tapi tanpa sadar aku jadi ikut menikmati alunan musik-musik rock itu, dan dua yang diatas adalah yang paling aku suka .....

Sabtu, 07 Januari 2012

IsEnG

waduuuh siang-siang gini koq aku ngantuk bgt yah . dengan udara yang sejuk, mendung malah jadi pengen tiduuur pulas, berselimuuut, sambil peluk guling padet dan di iringi alunan musik melow pengantar tiduuurrrr, duuuuuhhh pasti nikmati kali tuuuh. tapi sayang seribu sayang, abis begadang ampe dini hari tapi siangnyaaa malah g' bisa ninggalin kerjaaan. 

Tuhaaaaan hamba Mu ini sangatlah mengantuuuk. mengantuk



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...