Sabtu, 31 Maret 2012

Malam itu (1)

Sore itu seperti biasanya aku duduk santai di ruangan depan sambil baca-baca Koran tadi pagi yang belum sempat aku baca. Aktiftasku berhenti ketika bokap dan nyokap pulang dan ngasih tau kalau bapak depan rumah dirawat di RS karna penyakit komplikasi yang dia derita. jadi aku musti bantuin ntuk nemanin uni Re nginap dirumahnya malam itu. Untuk soal nginap menginap di rumah tetanggaku itu bukan suatu hal yang baru karna sejak aku berumur tiga tahun rumah gadang berukir merah hati itu adalah tempat bermain yang sangat menyenangkan. Sering aq menolak untuk diajak pulang oleh nyokap dan lebih memilih untuk nginap dan tidur dengan nenek pemilik rumah gadang itu di kamarnya yang unik dan sangat eksotis. Namun itu hanya berlangsung hingga aku beranjak SMP, tubuh nenek sudah sangat tua dan rapuh untuk melawan penyakitnya hingga beliau menghembuskan nafas terakhirnya ketika berobat disalah satu Rumah sakit  di Jakarta.

“okey” tanpa pikir-pikir lagi aku menyanggupi permintaan bokap nyokap cuman bedanya sekarang kami hanya akan tidur berdua di rumah yang sebesar itu.  Karna alasan tak ingin merepotkan aku datang kerumah gadang berukir itu tepat jam 9 malam, aku berharap sesampai disana aku bisa langsung tidur berhubung aku harus berangkat pagi-pagi sekali besok nya. Namun ada nuansa berbeda yang ku rasakan ketika kakiku menginjak lantai-lantai kayu yang slalu bersih dan mengkilat malam itu. Uni Re tidak mengidupkan semua lampu ruangan yang biasanya slalu terang benderangan walaupun rungan besar itu memanjang dari timur ke barat dan juga memiliki lorong-lorong kecil pemisah kamar-kamarnya. Aku hanya ngikut aja ketika uni Re mengajak untuk tidur disudut timur rumah sambil menghadap kearah televisi.

Malam itu cukup dingin walaupun saat itu sama sekali tidak turun hujan. Seharusnya rumah itu hangat walaupun diluar hujan mengingat rumah itu memiliki sedikit sekali fentilasi udara. Jendela-jendela yang ada disepanjang rumah itu tertutup penuh tanpa ada sedikitpun fentilasi udara. Namun malam itu sangat berbeda  aku merasakan udara sangat dingin di tengah-tengah temaram pijar lampu neon di sudut ruangan itu. Perasaan ku mulai tidak enak dan membujuk uni Re untuk menghidupkan tv nya hingga mata ku mulai mengantuk. Jam 11 malam aq sangat bersyukur karna mata mulai lelah dan ingin menutup.

Uni Re menyadarinya dan beranjak mematikan televisinya sekaligus mengganti lampu dengan yang lebih kecil  agar kami cepat tidur dan pagi datang menjelang dengan segera. Aq pejamkan mata dan menarik selimut lebih tinggi menghidari dingin udara yang serasa menembus kulitku hingga tulang. Aq tidak tau itu terjadi jam brapa ketika aku terjaga oleh suara tawa cekikikan yang terdengar sangat dekat dengan telingaku. Seketika bulu romakuku berdiri begitu juga dengan bola mataku terbelalak memenuhi seluruh rongga mataku dengan nafas tersengal aku kembali menarik selimut yang sudah mulai merosot hingga perutku. aq memberanikan diri untuk memandangi seluruh ruangan walaupun dengan nafas ku turun naik dengan dengan cepat dan tidak teratur, kali ini aku merasakan detak jantung berdegub degub keras seperti hendak menghantam tulang dada hingga hancur. baru aku sadari ternyata dinding kayu tinggi yang bersambut dengan loteng kayu melengkung layaknya atap lorong kereta api bewarna coklat itu terlihat sangat menyeramkan ditambah lagi dua foto nenek dan kakek pemilik rumah yang sudah lama meninggal itu tersenyum dengar samar dibalik foto hitam putihnya yang berukuran cukup besar tergantung tepat diatas televisi didepan ku.

Ku kuatkan diriku memejamkan mata dan berusaha menghilangkan pikiran-pikiran lain sambil membaca ayat Allah. Entah berapa detik lamanya aq mulai kembali tidur ringan namun sialnya suara cekikikan itu terdengar semakin keras di telingan kanan ku, hingga aq terjaga dan merasakan tubuh ku ditindih oleh benda yang sangat berat hingga aq terkapar sedikitpun tidak bisa untuk menggerakan tubuhku bahkan ujung-ujung jari dan udara semakin dingin menusuk-nusuk tulang ku tanpa ampun, begitu juga dengan kulit tanganku seperti bersentuhan dengan bulu-bulu kasar yang tebal.  Aku tidak tau seperti apa wujud makhluk besar berat yang mengganggu ku malam itu, suara cekikan tawanya masih terdengar nyaring di telinga dengan perasaan yang sangat takut ku coba untuk perlahan membuka kelopak mata namun seluruh pandangan yang terlihat hanyalah suatu makhluk besar yang berbulu tebal kasar bewarna hitam pekat. Kerongkongan ku terasa sangat kering seketika, nafasku seperti tersekat seolah-olah tak bisa lagi untuk mengalir keluar masuk melalui rongga-rongganya. Walaupun tubuhku masih sangat lemas sama sekali tidak bisa bergerak ku usahakan agar bisa berdzikir dan menyebut nama Allah hingga tanpa ku sadari aku menangis  dan Uni Re terbangun langsung menguncang-guncangkan tubuh ku hingga Alhamdulillah aq terlepas dari tindihan makhluk hitam besar dan berbulu kasar itu. Uni Re menyangka aku bermimpi buruk tapi karna masih dalam suasana takut aku enggan untuk bercerita malam itu, hanya kembali meringkuk di balik selimutku namun anehnya aku merasakan ruangan kembali hangat seperti biasanya.

opps jangan salah ini bukan penampakannya lho


Kamis, 29 Maret 2012

Kenapa (Blog) ?????


Membaca adalah suatu kegiatan yang sangat menyenangkan bagiku, sejak aku mulai mengenal huruf-huruf kapital, Bokap sudah sering bawain majalah anak-anak yang waktu itu aku hanya kenal 2 yaitu Majalah Bobo dan Majalah Aku Anak Shaleh, apabila Bokap pulang ngantor sambil nenteng salah satu dari kedua majalah itu aku dengan spontan akan meloncat setinggi yang aku bisa sebagai bentuk ekspresi kegembiraan. Dari dulu aku tidak pernah pilih-pilih jenis atau isi dari tulisan, apa yang menarik menurut pikiran ku akan ku baca, nggak peduli itu novel, komik, biografi, sejarah, politik, hukum atau apa sajalah.

Pernah seorang teman bertanya kenapa aku suka sekali membaca, dan sering tanpa kenal waktu kalau sudah memegang satu buku atau bahan bacaan, semuanya pasti akan kulahap sampai habis walaupun harus mengorbankan jam tidur malam. Dengan sedikit senyum dan asal nyeplos aku hanya jawab “karna aku ingin bisa menulis”. Welleh gondok sangat karna tanpa aba-aba teman ku langsung ngakak hingga guling-guling kasur. “Ya ampuun sarie, mana bisa nulis. Hasil rangkaian kata-kata lu itu kaku, nggak ada bagus-bagusnya”.

Aiiiis iya juga yah, dulu seorang dosen pernah balikin laporan hasil observasi objek penelitianku karna menurut beliau hasil penjabarannya kurang mengena sasaran. Itu adalah kesalahan pertama dan saat itu aku bertekat tidak boleh mengulangnya kembali. Alhamdulillah hingga akhir kuliah, tidak pernah ngalamin hal yang sama lagi.

Intinya karna hobi baca ku itulah aku mulai belajar ngeblog, sehingga aku akan mendapatkan bahan bacaan dengan mudah dan gampang sekali log in. nggak perlu lagi repot-repot ke pustaka, toko buku, apa lagi pasar loak tempat yang dulu paling sering aku kunjungi. keep smiling ^_^


picture from here 


kalau ada yang mau ngasih ini pasti akan ku trima dengan senang hati, walau semuanya
sudah pernah aku santap habis

Senin, 26 Maret 2012

MUSYAWARAH ADAT


Musyawarah adat untuk aplikasi manajemen suku dan pemberdayaan hukum adat dalam hukum nasional, acara ini diadakan  selama dua hari tanggal 24 dan 25 maret 2012 tepatnya di daerah kota solok dan kabupaten solok, Solok Saiyo Sakato atau yang disingkat dengan S3 tergerak untuk melaksakan muswarah adat untuk membahas mengenai aplikasi manajeme suku dan pemberdayaa hukum adat dalam hukum nasional.

Undangan musyawarah yang terlihat dari meja registrasi peserta dari kab pasaman barat, kab tanah datar, kab 50 kota, kab pesisir selatan di gedung kubung tigo baleh kota solok

Pembukaan dari musyawarah adat ini dilaksanakan pada hari sabtu 24 maret 2012 di gedung kubung tigo baleh daerah solok.Yang berlangsung cukup meriah dengan kehadiran bapak Gamawan Fauzi beserta tamu undangan lainnya. Dalam pembahasannya musyawarh adat ini dibagi kedalam 3 komisi yaitu
1.     Komisi manajemen suku
2.    Komisi restorative justice
3.    Komisi otonomi nagari

Namun dalam postingan ini saya hanya dapat menjelaskan tentang pembahasan pada komisi 2 restoratife justice, karna sebagai notulis saya hanya bertugas untuk membuat notulen seminar di komisi dua itu. Lumayan pengalaman yang sangat menarik dapat ikut bergabung dalam kepanitian acara besar seperti ini, suatu acara yang dihadiri oleh pemuka-pemuka kaum di seluruh sumbar beserta perantau-perantau sumbar yang peduli dengan kemurnian adat minang kabau.

suasana sidang komisi 2 Restorative justice di super Hall GOR batu batupang
kabupaten solok

Topiknya Restorative justice (keadilan restoratif) adalah sebuah konsep pemikiran yang merespon pengembangan sistem peradilan dengan menitik beratkan pada kebutuhan pelibatan masyarakat dan korban yang dirasa disisihkan dengan mekanisme yang bekerja pada sistem peradilan pidana yang ada pada saat ini. Dalam pengertian ini, keadilan restoratif dapat ditempatkan dalam posisi sebagai salah satu untuk mencari penyelesaian konflik secara damai diluar pengadilan.

Penyelesaian perkara dalam kerangka berpikir restoratif justice adalah untuk melindungi kepentingan pelaku utama tanpa merugikan korban. Konsep keadilan restoratif menawarkan pendekatan yang berbeda dengan yang biasa dianut dalam praktek keadilan pidana selama ini. Penangan perkara pidana selama ini cendrung bersifat retributif (pembalasan) dan utilitarian atau rehabilitatif (memperbaiki). Sementara metode penyelesaian perkara pidana dalam konsep restoratif justice adalah secara musyawarah dan mediasi untuk memulihkan keseimbangan dengan melibatkan korban dan pelaku beserta keluarga masing-masing serta wakil masyarakat. Jadi dalam konteks restoratif justice ini otoritas penyelesaian perkara pidana diserahkan atau dialihkan dari lembaga peradilan sebagai wakil negara kepada masyarakat

Sebagai contoh dalam hukum adat minang kabau yang breperan penting dalam penyelesaian masalah kemenakan dipegang oleh ninik mamak, seharusnya tidak ada ninik mamak yang melaporkan kemenakannya kepada polisi selagi itu tidak menyangkut perpecahan dalam NKRI dan tidak bertentangan dengan UU yang berlaku, atau contoh lainnya masalah sengketa tanah ulayat dalam kaum yang notabenenya bukan hak penyelesaian berdasarkan hukum positif dan murni ini adalah kewenangan dari hukum adat.

Selain itu pada rapat komisi 2 Restorative justice di gedung super Hall GOR batu batupang 25 maret 2012 bapak Nudirman Munir juga menyempaikan bahwa pengajuan RUU tentang peradilan hukum adat yang diharapkan dapat diterima dan segera bisa direalisasikan.
sidang paripurna pada sore harinya di gedung solok nan indah kabupaten solok


Walaupun hanya berlangsung dua hari bagai saya musyawarah adat ini cukup berkesan.

tergabung dalam tim yang tidak suka jeprat jepret maka saya harus puas dengan satu-satunya photo yang diambil disela-sela menerima registrasi peserta musyawarah

Kamis, 15 Maret 2012

Schizophrenia

Schizophrenia adalah istilah yang lebih sering di gunakan dalam lingkungan klinis, walaupun seiring dengan perkembangan pendidikan istilah schizophrenia sudah banyak diketahui oleh masyarakat awam, namun demikian penderita schizophrenia akan lebih gamblang di sebut dengan gila. Schizophrenia adalah satu gangguan mental yang paling parah. Kata schizophrenia ini berasal dari bahasa yunani. Schizein (terpisah/ pecah) dan phrenia (jiwa), berarti schizophrenia adalah semacam gangguan yang mempunyai kharakteristik pemisahan antara pikiran, emosi dan perilaku dari orang yang mengalaminya. Dengan ciri utamanya adalah kegagalan dalam reality testing

Sebelum lebih jauh memahami tentang schizophrenia akan lebih baik untuk mengetahui terlebih dahulu tentang waham, halusinasi  dan simtom negatif, karna ketiganya tidak dapat dipisahkan dari penderita schizophrenia

Waham adalah keyakinan yang keliru, yang tetap dipertahankan walaupun ada cukup bukti tentang kekeliruan itu.  Waham ini banyak jenisnya ada waham persekusi, waham kebesaran, nihilstik, dikendalikan oleh orang/ kekuatan lain, waham cemburu, erotomania, dll
Sebagai contoh misalnya seorang tukang kayu merasa mendapat waham dari ayahnya untuk menumbangkan pohon yang ada di depan rumahnya, padahal dalam kenyataan ayahnya sudah lama meninggal.

Halusinasi adalah penghayatan (seperti persepsi) yang dialami melalui panca indera, dan terjadi tanpa adanya stimulus eksternal (rangsangan dari luar). Misalnya seseorang merasa sedang berbicara dengan orang lain padahal pada kenyataannya dia sedang berbicara sendiri, banyak yang manyamakan antar halusinasi dengan ilusi tapi keduanya sangat berbeda, pada ilusi terjadi kesalahan dalam mempersepsikan stimulus yang nyata. Misalnya seseorang merasa telah melihat hantu melayang dibelakangnya, padahal itu hanya bayangan dari dahan kayu yang ditiup angin. Pembagian dalam halusinasi berupa visual (penglihatan), auditorik (pendengaran), olfaktori (penciuman), haptic (sentuhan atau sensasi permungkaan), serta halusinasi liliput.

Symptom negatif berupa perilaku yang seharusnya dimiliki oleh orang normal tapi tidak ditunjukkan oleh penderita schizophrenia, misalnya alogia (kemiskinan kuatitas dan kualitas dari isi pembicaraan), asosialitas (ganaguan yang buruk dalam hubungan social), afek datar (ketidak mampuan menampilkan ekspresi emosi). Sebenarnya masih banyak ciri-ciri simtom negatif lainnya yang dapat muncul pada penderita schizophrenia.  Banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan schizophrenia seperti pengarug stress, kerusakan pada bagian otak tertentu, dan juga karna genetik, seorang penderita schizophrenia bukan tidak mungkin berasal dari keluarga yang memiliki riwayat keturunan sebelumnya yang juga menderita schizophrenia, atau masalah psikologis lainnya

Schizophrenia juga memiliki beberapa jenis diantaranya, tipe paranoid untuk dapat tergolong kedalam tipe ini adalah mereka yang menampilkan lebih dari satu waham atau halusinasi auditoris yang sering, selain itu juga adanya disorganisasi pembicaraan, diorganisasi perilaku atau katatonik. Tipe tidak terorganisasir, adalah mereka yang memunculkan semua simtom tidak terorganisir mulai dari disorganisasi pembicaraan, perilaku, afek datar dll. Tipe katatonik gambaran klinisnya ialah memunculkan 2 perilaku yang diantaranya imobilitas motorik, aktivitas motor yang berlebihan, negativisme yang berlebihan, keanehan gerakan, ekolalia (yang sering disebut latah). Tipe residual bagi mereka yang memiliki kharakteristik hilangnya delusi, halusinasi atau disorganisasi pembicaraan, perilaku, atau perilaku katatonik.
 
Entah akibat perkembangan dan kemajuan jaman atau keimanan yang semakin menipis sehingga akhir-akhir ini saya banyak menemukan orang-orang dengan gangguan mental parah atau bisa juga disebut dengan gila (schizophrenia). Seperti satu sore saat saya snewen dengan tuntutan kerja sehingga pulang kerja naik angkot tanpa berusa untuk tengok kanan kiri langsung duduk dan fokus memandang keluar jendela, sejuk ditiup angin sore tapi lama kelamaan saya sadar kalau ada perbincangan aneh yang berasal dari orang sebelah saya, kontan langsung menengok kearah orang yang duduk tepat disebelah saya yang sedang sibuk berbicara sendiri dengan tingkah polah yang tidak wajar. Walaupun penampilan masih tergolong bersih tapi hidung saya mengendus bau-bau khas nya orang penderita schizophrenia. Wooww mau teriak nanti memancing perhatian si orgil, mau geser geser kemana dalam kondisi angkotnya penuh sesak gituh, maklum waktu itu adalah jam pulang kerja. Tanpa pikir panjang saya minta berhenti dan turun, mana kuat duduk deket orang gila selama 30 menitan. Ehtah lagi sial atau emang lagi musimnya dihari yang sama saya bertemu dengan 2 orang gila sekaligus, yang ke 2 pada saat perjalanan menuju rumah, dimana saya musti melewati gang senggol pemisah antara 2 gedung kampus yang satu-satunya jalan pintas untuk ke rumah. Saya punya kebiasan kalau lagi jalan kaki itu nunduk, awalnya sih hanya untuk melindungi wajah aja dari panas matahari, biar nggak item tapi lama kelamaan jadi kebaisaan, walaupun saat itu udah lewat waktu magrib. Selangkah dua langkah tiga langkah .. opss kaki siapa yang selonjoran di jalan, hedeeuuuh ternyata ketemu orang gila lagi. Kali ini si orgil lagi selonjorran melintang gang sambil asik ngebuka nasi bungkus yang siapa saja melihat pasti bisa menerka itu adalah bungkusan nasi sisa. Disampingnya tergeletak beberapa bungkusan nasi yang kalau aku lihat sekilas ada 5 atau 6 man lah. Waduh gimana ini mau mutar balik kejauhan, mau lanjut takut juga, jangan-jangan ntar tuh orgil megang dan meluk saya … nggaaaak.
Pikir punya pikir ya udah terus aja sambil berdo’a, kalau terjadi apa-apa ntar bisa teriak mana tau bapak-bapak security kampus mau nolongin kan jarak tempat aku berdiri dan pos satpan cuman 5 meteran.

Dua hari yang lalu saat saya lagi asik pilah pilih jeruk di salah satu kios buah, saya melihat salah seorang kenalan yang sudah cukup lama tidak ketemu tapi sungguhpun begitu saya masih ingat siapa namanya, mau negur tapi koq diperhatikan penampilannya sekarang agak aneh, tidak seperti biasanya yang kalem dan rapi. Sekarang bajunya seleboran, rambut acak-acakan, aku hanya bisa diam dan perhatikan dari jauh, dia melangkah satu, dua tiga, empat berhenti komat kamit sendiri, melangkah lagi berhenti lagi komat kamit lagi, duuuh udah sedeng nih orang untung g’ jadi negur.

Paling parah tuh mingu kemaren, saya kedatangan tamu yang mengaku sebagai salah seorang teman sekolah kakak saya sewaktu SMA, tapi aku bingung koq rada-rada aneh yah, dia berbicara tapi pandangan matanya liar, nggak fokus bergerak gerak dengan cepat, gila nih orang kenapa koq gini kali. Karna emang kakak saya nggak dirumah yah saya bilang aja apa adanya. Trus tuh cowok pergi dan berjalan tapi dengan aksi-aksi yang nggak wajar, seprti layaknya seorang pesilat ulung mukul-mukul dan nendang-nendang udara sendiri .. waduuuhhhhh
Itu sih 4 pengalaman ketemu penderita schizophrenia paling berkesan dalam 1 bulan terakhir ini. Selain aksi-aksi penderita schizophrenia lainnya yang pernah saya jumpai, seperti saat saya terpaksa terjebak macet di jalan raya hanya gara-gara seorang penderita schizophrenia berbuat baik dengan menyapu jalan raya sampai bersih tepat  siang hari, atau mendengarkan ceramah agama seorang penderita schizophrenia di tengah lalu lalang keramaian orang pembeli dan penjual di pasar sayur.

Penderita schizophrenia apabila mendapatkan penangan yang tepat memungkinkan bagi mereka untuk dapat kembali masuk kedalam masyarakat dan berlaku secara normal. Walaupun terkadang ada yang musti tergantung kepada obat-obatnya.
Kalau boleh berandai-andai, Jika saya jadi presiden maka saya akan tangkap semua penderita schizophrenia jalanan dan memasukkannya kedalan RSJ khusus orang gila jalanan. Nah looo biayanya darimana?
Gampang saya kumpulin semua uang para koruptor yang sudah mengambil uang Negara untuk akomodasi dan biaya di RSJ tersebut. Kan lumayan tuh usaha dan jerih payah para koruptor dapat bermanfaat bagi orang gila …. ^_^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...