Kamis, 12 April 2012

Gempa Aceh Mempercepat Gempa Padang, headline salah satu surat kabar yang dibacakan dalam Apakabar Indonesia tadi pagi sempat membuat aku merinding, bagaimana tidak, bayangan kejadian-kejadian gempa yang mengguncang padang sejak tahun 2005 hingga 2010 masih sangat melekat di ingatan ku. Malam-malam mencekam di tahun 2005 saat  beberapa gempa susulan mengguncang padang sama sekali tidak memberikan kesempatan mataku untuk tidur, Malam hari berada di kompleks perumahan padat ditambah lagi suara-suara seperti bergemuruh saat-saat gempa itu terjadi, duuuuuuh.

Kemudian di tahun 2007 tugas kuliah memaksa ku untuk bertandang keperpustakaan UNP yang berada di dekat pantai padang, gempa tahun itu membuat warga padang sangat panik hampir semua warga yang berada disepanjang pantai padang berusaha menjauh dari tepi pantai menuju kawasan yang lebih tinggi, tak terkecuali kami, disela-sela deru suara mesin mobil dan motor memadati sepanjang jalan kota padang, Ika sahabatku kala itu berucap        
Kalau mati kita mati berdua ya i  Jreeeeeeeng, “ya ampun ka jangan ngomong gitu” tapi kata-kata itu tak sempat keluar dari mulut ku, karna ku takut nanti akan membuyarkan kosentrasi si ika yang lagi bawa motor.

Tahun 2009, bagaimana porak porandanya  padang pasca gempa 30 september yang berpusat di padang pariaman, mungkin hal ini tidak perlu ku critakan karna semuanya pasti sudah mengetahuinya, namun gempa tahun itu telah merengut salah seorang temanku yang waktu itu berusaha untuk menyelamatkan diri dan berlari keluar ruangan tapi usahanya berhenti ditangga lantai 1 ketika reruntuhan dinding-dinding menimpa tubuhnya.

2010 gempa terjadi di mentawai. Tapi 1 dalam kejadian ini aku salut pada seorang teman ku yang biasanya centil, manja, lebih senang ke mall ketimbang ke alam, amat sangat keki kalau jalan yang dia lalui becek, tapi dia sanggup dan berani untuk ambil bagian dalam tugas kemanusian bersama tim PMI nya ke Mentawai.

3 komentar:

  1. Semoga yang terkena musibah diringankan bebannya dan diberi kesabaran.. :)

    BalasHapus
  2. Duh, ngebayangin betapa beratnya mengalami bencana seperti itu...bukan hanya fisik tapi juga psikologis

    BalasHapus
  3. Semoga nggak sampai terjadi gempa besar. Kemarin aja udah ketar-ketir waktu gempa 8 SR.

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...