Selasa, 08 Mei 2012

Malam Itu (2)


Akhir pekan seperti biasanya aku pulang kerumah, bertemu dengan ayah, ibu,  ponakan-ponakan ku dan juga kedua sodara perempuan ku yang sama seperti ku kembali kerumah setiap akhir pekan. Tetapi tidak dengan kesempatan kala itu. Uniku yang seorang guru tidak dapat meninggalkan daerahnya karna kesibukan-kesibukan di sekolah. Begitu juga dengan adik perempuan semata wayangku harus rela tetap berada di kos-kosannya akibat tugas-tugas kuliah yang menumpuk dan harus segera diselesaikan katanya. Alhasil aku akan tidur sendiri malam itu. Kamar ku cukup besar dengan 2 tempat tidur, lemari, ditambah lagi perabotan-perabotan lainnya  tapi masih terlihat cukup leluasa, nyaman lah.
Malam itu karna tidak ada teman untuk mengobrol ya udah aku langsung tidur lantaran pusing akibat naek bus tadi sore masih tersisa. Aku tidur disalah satu tepi tempat tidur namun dengan arah posisi yang terbalik dimana kepalaku mengarah kebagian kaki tempat tidur. Aku rasa aku tidur cukup nyenyak malam itu sampai akhirnya aku merasakan hentakan dan goncangan tempat tidurku diikuti dengan angin kencang yang mengibas tepat di atas kepala ku seperti seseorang baru saja melangkahi tubuh ku “waduh resek siapa pula ini yang brani-braninya melangkahi tubuh ku” itu kata-kata yang ada dalam benak ku kala itu, karna kesal dan sedikit penasaran aku coba untuk membuka kelopak mata perlahan-lahan, masih dengan pandangan buram bola mataku menangkap sesosok tubuh tua kecil yang sudah bungkuk sedang melipat mukena putih ku yang bisanya tergantung di gantungan yang berada tepat di samping tempat tidur seolah-olah dia baru saja selesai mengerjakan sholat. Aku penasaran dan memperhatikan wanita tua itu dari kaki hingga kepalanya, dia memiliki tubuh kurus kecil dan berambut ikal tipis bergelombang yang nyaris tanpa uban digulung  keatas kemudian diikat dengan karet gelang, kebayang nggak zaman sekarang orang masih mengikat rambutnya dengan karet gelang  seperti tempo dulu saja.


Saat itu aku masih berusaha untuk berpositif thingking mungkin dia adalah tamu atau family ibuku dari kampung yang datang setelah aku tidur malam itu. Aku sama sekali tidak mengalihkan pandangan ku dari sosok wanita tua yang memunggungi ku itu sampai dia selesai melipat mukena dan menggantungkannya seperti biasa kemudian pelan-pelan dia membalikkan tubuhnya perlahan ke arah ku. Penasaran akan siapa wanita itu memaksa aku untuk tetap memperhatikannya mulai dari telinga yang kemudian secara perlahan berputar hingga terlihat pipi keriputnya sampai akhirnya sebagian besar wajahnya sudah terlihat. Gleeeeeeek Ya Allah ….  secepat kilat aku kembali menutup kelopak mataku. Seketika tubuh ku merinding dan jantungku berdegub dengan sangat kencang, kurasakan peluh mulai membanjiri tubuhku hingga terasa mengalir. Aku gemataran tak sanggup sama sekali untuk kembali membuka mata untuk memastikan apakah sosok wanita tua itu benar-benar mirip dengan nenek ku yang telah meninggal sejak aku kelas 3 SD atau tidak. Takut dan aku merasakan tubuhku gemetaran meringkuk dan masih dalam posisi yang sama seperti semula. Aku sama sekali tidak tau berapa lama aku membiarkan diriku berada dalam ketakutan itu sampai akhirnya aku coba memberanikan diri untuk membuka kelopak mata kembali,  dan melihat keseluruh ruangan namun wanita tua itu telah menghilang, tanpa pikir panjang aku bangkit dan menyerbu kamar kedua orang tuaku lalu menghambur tepat ketengah-tengah mereka. Aku benar-benar ketakutan …..

4 komentar:

  1. jujur, 2 x sudah aku dibuat takut baca postingan kamu, untung bacanya di sore hari kalu gak bisa-bisa aku gak bisa tidur T_T

    BalasHapus
  2. itu berati neneknya minta dikirimi doa... aku juga pernah begitu ngimpiin nenek yang udah ga ada. eh tp klo kamu ga mimpi ya.. ya pokoknya kirim doa sana ke neneknya :) juga klo mau tidur doa dulu

    BalasHapus
  3. wah itu beneran ya? bukankah orang yg sudah tiada itu gak mungkin kembali lagi?

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...