Selasa, 25 Maret 2014

Schizophrenia part 2

Entah akibat perkembangan dan kemajuan jaman atau keimanan yang semakin menipis sehingga akhir-akhir ini saya banyak menemukan orang-orang dengan gangguan mental parah atau bisa juga disebut dengan gila (schizophrenia). Seperti satu sore saat saya snewen dengan tuntutan kerja sehingga pulang kerja naik angkot tanpa berusa untuk tengok kanan kiri langsung duduk dan fokus memandang keluar jendela, sejuk ditiup angin sore tapi lama kelamaan saya sadar kalau ada perbincangan aneh yang berasal dari orang sebelah saya, kontan langsung menengok kearah orang yang duduk tepat disebelah saya yang sedang sibuk berbicara sendiri dengan tingkah polah yang tidak wajar. Walaupun penampilan masih tergolong bersih tapi hidung saya mengendus bau-bau khas nya orang penderita schizophrenia. Wooww mau teriak nanti memancing perhatian si orgil, mau geser, geser kemana dalam kondisi angkotnya penuh sesak gituh, maklum waktu itu adalah jam pulang kerja. Tanpa pikir panjang saya minta berhenti dan turun, mana kuat duduk deket orang gila selama 30 menitan. Ehtah lagi sial atau emang lagi musimnya dihari yang sama saya bertemu dengan 2 orang gila sekaligus, yang ke 2 pada saat perjalanan menuju rumah, dimana saya musti melewati gang senggol pemisah antara 2 gedung kampus yang satu-satunya jalan pintas untuk ke rumah. Saya punya kebiasan kalau lagi jalan kaki itu nunduk, awalnya sih hanya untuk melindungi wajah aja dari panas matahari, biar nggak item tapi lama kelamaan jadi kebaisaan, walaupun saat itu udah lewat waktu magrib. Selangkah dua langkah tiga langkah .. opss kaki siapa yang selonjoran di jalan, hedeeuuuh ternyata ketemu orang gila lagi. Kali ini si orgil lagi selonjorran melintang gang sambil asik ngebuka nasi bungkus yang siapa saja melihat pasti bisa menerka itu adalah bungkusan nasi sisa. Disampingnya tergeletak beberapa bungkusan nasi yang kalau aku lihat sekilas ada 5 atau 6 man lah. Waduh gimana ini mau mutar balik kejauhan, mau lanjut takut juga, jangan-jangan ntar tuh orgil megang dan meluk saya … Enggaaaak.
Pikir punya pikir ya udah terus aja sambil berdo’a, kalau terjadi apa-apa ntar bisa teriak mana tau bapak-bapak security kampus mau nolongin kan jarak tempat aku berdiri dan pos satpan cuman 5 meteran.

Dua hari yang lalu saat saya lagi asik pilah pilih jeruk di salah satu kios buah, saya melihat salah seorang kenalan yang sudah cukup lama tidak ketemu tapi sungguhpun begitu saya masih ingat siapa namanya, mau negur tapi koq diperhatikan penampilannya sekarang agak aneh, tidak seperti biasanya yang kalem dan rapi. Sekarang bajunya seleboran, rambut acak-acakan, aku hanya bisa diam dan perhatikan dari jauh, dia melangkah satu, dua, tiga, empat berhenti komat kamit sendiri, melangkah lagi berhenti lagi komat kamit lagi, duuuh udah sedeng nih orang untung g’ jadi negur.

Paling parah tuh mingu kemaren, saya kedatangan tamu yang mengaku sebagai salah seorang teman sekolah kakak saya sewaktu SMA, tapi aku bingung koq rada-rada aneh yah, dia berbicara tapi pandangan matanya liar, nggak fokus bergerak gerak dengan cepat, gila nih orang kenapa koq gini kali. Karna emang kakak saya nggak dirumah yah saya bilang aja apa adanya. Trus tuh cowok pergi dan berjalan tapi dengan aksi-aksi yang nggak wajar, seprti layaknya seorang pesilat ulung mukul-mukul dan nendang-nendang udara sendiri .. waduuuhhhhh
Itu sih 4 pengalaman ketemu penderita schizophrenia paling berkesan dalam 1 bulan terakhir ini. Selain aksi-aksi penderita schizophrenia lainnya yang pernah saya jumpai, seperti saat saya terpaksa terjebak macet di jalan raya hanya gara-gara seorang penderita schizophrenia berbuat baik dengan menyapu jalan raya sampai bersih tepat  siang hari, atau mendengarkan ceramah agama seorang penderita schizophrenia di tengah lalu lalang keramaian orang pembeli dan penjual di pasar sayur.

Penderita schizophrenia apabila mendapatkan penangan yang tepat memungkinkan bagi mereka untuk dapat kembali masuk kedalam masyarakat dan berlaku secara normal. Walaupun terkadang ada yang musti tergantung kepada obat-obatnya.
Kalau boleh berandai-andai, Jika saya jadi penguasa maka saya akan tangkap semua penderita schizophrenia jalanan dan memasukkannya kedalam RSJ khusus orang gila jalanan. Nah looo biayanya darimana?
Gampang saya kumpulin semua uang para koruptor yang sudah mengambil uang Negara untuk akomodasi dan biaya di RSJ tersebut. Kan lumayan tuh usaha dan jerih payah para koruptor dapat bermanfaat bagi orang gila …. ^_^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...