Insomnia

Pengertian Isomnia

Istilah insomnia berasal dari bahasa latin, “in” yang artinya tidak atau tanpa, dan tentu saja “sommus” yang artinya tidur. Insomnia yang muncul sewaktu-waktu terutama pada saat individu sedang stress, bukanlah sesuatu yang abnormal. Namun, insomnia yang terus ada dan memiliki kharakteristik kesulitan berulang untuk tidur atau tetap tidur adalah pola perilaku yang abnormal, Pallesen, dkk (Nevid, 2003).
Insomnia adalah suatu keluhan yang merupakan sekumpulan kondisi yang hasil akhirnya ketidakmampuan untuk mendapatkan jumlah (yang cukup) atau kualitas (yang baik) dari tidur. Insomnia merupakan gangguan potensial untuk tidur (Iskandar & Setyonegoro, 1985)
Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang dialami oleh penderita dengan gejala-gejala selalu merasa letih dan lelah sepanjang hari dan secara terus menerus (lebih dari sepuluh hari) mengalami kesulitan untuk tidur atau selalu terbangun di tengah malam dan tidak dapat kembali tidur.
Seringkali penderita terbangun lebih cepat dari yang diinginkannya dan tidak dapat kembali tidur. Ada tiga jenis gangguan insomnia, yaitu: susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia), dan selalu bangun jauh lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia).  (Bustaman, 2005)
Menurut Rafknowledge (2004) menyebutkan bahwa individu yang mengeluhkan kendala-kendala seperti kesulitan tidur, tidur tidak tenang, kesulitan menahan tidur, seringkali terbangun dipertengahan malam, dan seringnya terbangun lebih awal, adalah gejala-gejala yang dialami oleh penderita insomnia.
Berdasarkan pembagian di malam hari (awal, tengah, atau akhir) insomnia dapat dikalsifikasikan menjadi:1. Insomnia awal tidur (initial insomnia), yang merupakan latensi tidur yang panjang atau sulit untuk masuk tidur. 2. Insomnia pemeliharaan (sleep maitenance insomnia), bila individu selalu terbangun sehingga mempunyai kualitas tidur yang sangat buruk. 3. insomnia akhir (terminal insomnia), individu bangun terlalu pagi dan tidak dapat tidur kembali. (Iskandar & Setyonegoro, 1985)
Insomnia dapat dibagi dalam 3 macam (Turana, 2001) diantaranya:
1.Transient insomnia - kesulitan tidur hanya beberapa malam
2.Insomnia jangka pendek, dua atau empat minggu mengalami kesulitan tidur
Kedua jenis insomnia ini biasanya menyerang orang yang sedang mengalami stress, berada di lingkungan yang ribut-ramai, berada di lingkungan yang mengalami perubahan temperatur ekstrim, masalah dengan jadwal tidur-bangun seperti yang terjadi saat jetlag, efek samping pengobatan
3.Insomnia kronis kesulitan tidur yang dialami hampir setiap malam selama sebulan atau lebih
Salah satu penyebab chronic insomnia yang paling umum adalah depresi. Penyebab lainnya bisa berupa arthritis, gangguan ginjal, gagal jantung, sleep apnea, sindrom restless legs, Parkinson, dan hyperthyroidism. Namun demikian, insomnia kronis bisa juga disebabkan oleh faktor perilaku, termasuk penyalahgunaan caffein, alcohol, dan substansi lain, siklus tidur/bangun yang disebabkan oleh kerja lembur dan kegiatan malam hari lainnya, dan stres kronis.

Gejala-gejala insomnia
Diantara yang mengalami insomnia kesulitan untuk tidur adalah keluhan yang paling umum. Kemudian diikuti dengan oleh sulitnya mempertahanlan tidur dan terbangun terlalu pagi. Berdasarkan PPDGJ III menjelaskan beberapa  gambaran klinis esensial untuk diagnosis pasti.
1. Keluhan sulit masuk tidur, mempertahankan tidur atau kualitas tidur yang buruk.
2. Gangguan tidur terjadi minimal 3 kali dalam seminggu selama minimal sebulan
3. Adanya preokupasi akan tidak bisa tidur, dan kekhawatiran berlebihan perihal akibat pada malam dan sepanjang hari.
4. Tidak puas secara kuantitas dan kualitas dari tidurnya, yang keduanya menyebabkan bergabagai gangguan dalam fungsi social atau pekerjaan

Menurut Rafknowledge (2004) penderita insomnia umumnya dimulai dengan munculnya gejala-gejala berikut, diantaranya: Kesulitan untuk tidur atau tidak tercapainya tidur nyenyak, keadaan ini bisa berlangsung sepanjang malam dan dalam tempo berhari-hari, berminggu-monggu atau lebih, merasa lelah saat bangun tidur dan tidak merasakan kesegaran, mereka yang mengalami insomnia seringkali merasa tidak pernah tertidur sama sekali, sakit kepala dipagi hari, ini sering disebut “efek mabuk”, padahal nyatanya orang tersebut tidak minum-minuman pada malam hari, kesulitan berkosentrasi, mudah marah, mata memerah, mengantuk disiang hari.
Gejala lainnya penderita mengalami kesulitan untuk tertidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan, insomnia bisa dialami dengan berbagai cara  diantaranya: sulit untuk tidur, tidak ada masalah untuk tidur namun mengalami kesulitan untuk tetap tidur (sering terbangun), bangun terlalau awal. Kesulitan untuk tidur hanyalah satu dari beberapa gejala insomnia, gejala yang dialami waktu siang hari adalah: mengantuk, resah, sulit berkosentrasi, sulit mengingat, gampang tersinggung (Turana, 2001).
Selain itu Iskandar & Setyonegoro (1985) membagi keluhan insomnia kedalam delapan macam keluhan yang lebih spesifik, yakni:  kurangnya jumlah jam tidur, adanya mimpi-mimpi yang mengganggu, tidur tidak nyenyak. sulit untuk masuk tidur, tidak bisa mempertahankan tidur (tidur mudah terbangun), bila telah terbangun sulit untuk tidur kembali, bangun dipagi hari, adanya perasaan tidak segar dipagi hari

Menurut Rafknowledge (2004) secara garis besar ada beberapa faktor yang menyebabkan insomnia yaitu:
1.Stress, individu yang didera kegelisahan yang dalam, biasanya karena memikirkan permasalahan yang sedang dihadapi
2.Depresi,  selain mnyebabkan insomnia, depresi juga menimbulkan keinginan untuk tidur terus sepanjang waktu karena ingin melepaskan diri dari masalah yang dihadapi, depresi bisa menyebabkan insomnia dan sebaliknya insomnia menyebabkan depresi.
3.Kelainan-kelainan kronis , kelainan tidur seperti tidur apnea, diabetes, sakit ginjal, arthritis, atau penyekit mendadak seringkali menyebabkan kesulitan tidur.
4.Efek samping pengobatan, pengobatan untuk suatu penyakit juga dapat menjadi penyebab insomnia.
5.Pola makan yang buruk, mengkonsumsi makanan berat sesaat sebelum pergi tidur bisa menyulitkan untuk tertidur
6.Kafein, nikotin, dan alkohol. Kafein dan nikotin adalah zat stimulant. Alkohol dapat mengacaukan pola tidur
7.Kurang berolah raga juga bisa menjadi faktor sulit tidur yang signifikan.

Akibat Insomnia
Insomnia memberi sedikit atau banyak dampak pada kualitas hidup, produktivitas, dan keselamatan. Pada kondisi yang parah dampaknya lebih serius: individu dengan insomnia lebih mudah menderita depresi dibandingkan individu yang bisa tidur dengan baik, kekurangan tidur akibat insomnia memberi kontribusi pada timbulnya suatu penyakit, termasuk penyakit jantung, dampak mengantuk atau ketiduran disiang hari dapat mengancam keselamatan kerja, termsuk mengemudi kendaraan, individu dengan insomnia bisa kehilangan banyak waktu dari pekerjaannya, dan tidur malam yang buruk, dapat menurunkan kemampuan dalam memenuhi tugas harian serta kurang menikmati aktivitas hidup.
Rafknowledge (2004) menyebutkan bahwa orang yang kurang tidur satu bagian dari otaknya ditengarai mati, sementara bagian lainnya akan mengambil alih untuk membantunya, orang yang kurang tidur tidak bisa menjalankan tugas yang menuntut kemampuan mental dibandingkan mereka yang cukup tidur, dan untuk memulihkan otak, bagian tidur yang paling awal adalah bagian yang terpenting.
Currie (2006) menyebutkan bahwa siswa yang mengalami gangguan tidur juga akan mengalami kesulitan dalam akademis. Tidur yang buruk sering berkembang seiring dengan gejala depresi, kegelisahan, dan juga memunculkan masalah kontrol dan perubahan suasana hati. Selalin itu masalah tidur juga dapat menyebabkan kecelakaan lalulintas. Banyak tabrakan lalulintas terjadi akibat pengemudi tertidur saat mengemudikan kendaraannya.

Strategi Tidur Yang Baik

Strategi tidur yang baik penting bagi orang yang ingin mendapatakan tidur yang berkualitas agar bangun dengan perasaan segar di pagi harinya. tidak semua orang bisa mendapatkan tidur yang berkualitas dan sangat menginginkannya. Nah disini saya akan menyajikan beberpa strategi dari Mass (1998) agar bisa mendapatkan tidur yang baik 
  • Mengurangi stress
Kualitas tidur seseorang di malam hari sangat di pengaruhi oleh apa yang laluinya di siang harinya. otak yang di penuhi oleh pikiran-pikiran dan masalah-masalah yang belum terselesaikan akan mengakibatkan seseorang sulit untuk tidur, terbangu di tengah malam sulit untuk tidur kembali dan juga bangun terlalu pagi. ini adalah salah satu gejala dari insomnia. untuk itu ada beberapa cara untuk mengurangi tingkat kecemasan dan setress. seperti mencari cara-cara yang akan di lakukan untuk menyelesaikan masalah atau menenenangkan pikiran dengan cara menuliskannya keatas kertas. dengan cara ini permasalahan yang dihadapi sedikit berpindah ke kertas tersebut.
  • Olah raga
Olahraga dapat meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru disamping dapat mengurangi stress, kecemasan dan juga insomnia. Olahraga yang fektif adalah : jogging, berenang, basket, dan juga olahraga aerobik. namun hindari melakukan aktifitas olahraga yang berat 3 jam sebelum waktu tidur anda
  •  Membuat pikiran selalu tertantang setiap hari
 kebosanan dapat menghilangkan tidur dari seseorang, orang yang beraktifitas akan mendapati kualitas tidur yang baik. lakukanlah kegiatan-kegiatan yang membuat anda menjalani hidup dengan semangat untuk mendapatakan peluang-peluang bagus dalam hidup anda. karna kondisi yang monoton, depresi dan jauh dari sosialisasi keluarga, teman terlibat aktif dalam kegiatan sehari dapat mengurangi tingkat stress dan kecemasan. adalah orang yang mendapatkan kualitas tidur yang baik
  • Berhenti merokok
Berdasarkan penelitian orang yang perokok akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat memulai tidur dan  lebih sering terbangun di malam harinya. Nah jika anda ingin mendapatkan kualitas tidur yang baik cobalah untuk memulai hidup yang lebih baik dengan menghilangkan Nikotin dari tubuh anda.
  • Mengurangi Kafein
Kafein merupakan stimulan yang dapat menganggu tidur. Konsumsi kafein sebanyak 100 sampai 400 mg dapat menimbulkan perubahan yang signifikan berdasarkan pengukuran tidur dengan PSG (polysomnografi) berupa meningkatnya latensi tidur, menurunnya total waktu tidur, sering terbangun di malam hari
  • Menjauhi alkohol menjelang tidur
Mengkonsumsi alkohol memang dapat membantu memulai tidur, namun tidur yang terjadi justru akan terganggu pada tidur yang lelap dan menyegarkan, bermimpi dan akan tertekan sehingga penderita akan mengalami bangun terlalu pagi. Menurut beberapa penelitian Penggunaan alkohol menjelang waktu tidur dapat menurunkan
latensi tidur dan meningkatkan keterjagaan selama periode tidur (Roehrs & Roth, 1997; dalam Morin & Lichstein, 2000). 

  • Mandi dengan air hangat sebelum tidur.
Berendam dengan air hangat (kurang lebih 37,5ºC) dapat merilekskan tubuh anda karna aktifitas tersebut akan mengirim dara dari otak kepermungkaan kulit sehinga akan mengakibat individu merasa rileks dan mengantuk, suhu tubuh yang dinaikan oleh air hangat akan diturunkan secara drastis setelah berada dalam kamar yang cukup sejuk hal ini akan mengundang kantuk, tidur nyenyak atau tidur delta.


Terapi untuk Insomnia dengan mendengarkan musik


Banyak terapi yang bisa mnyembuhkan gangguan sullit tidur atau Insomnia, salah  satu solusi yang paling sederhana dan juga menyenangkan yaitu dengan mendengarkan musik sebelum tidur. Karena dengan menikmati musik  otak anda bisa lebih rileks dan memungkin anda untuk dapat menghadapi malam dengan tanpa tertidur.

  1. Pilih musik kesukaan anda yang santai 
  2. Atur volume ke tingkat yang nyaman dan rileks.
  3. Anda dapat menikmati musik baik duduk atau berbaring di tempat tidur. Cobalah untuk rileks sambil mendengarkan dan menikmati alunan musik. Ingat jangan khawatir kalau-kalau anda tertidur saat mendengarkan musik
  4. Setelah sekitar 30 menit matikan lampu dan mulailah untuk tidur

Pada langkah peratama dapat dikembangkan ,yang dimaksut dalah mengganti musik klasik dengan selera masing-masing, karena yang terpenting adalah musik yang di dengarkan dapat merangsang otak dan dapat memicu suatu sinyal yang menghubungkan pikiran sadar dengan pikiran bawah sadar.sehingga membuat kita tertidur ataupun menjadi ngantuk.





3 komentar:

  1. Nice info, Sangat bermanfaat. Bagi anda yang memiliki masalah penyakit kelamin, anda bisa mengunjungi klinik Apollo untuk melakukan pemeriksaan. Klinik Apollo merupakan penyedia layanan kesehatan berbasis klinik yang menangani masalah penyakit kulit dan kelamin yang terletak di daerah Jakarta pusat. bekerja sama dengan berbagai rumah sakit serta klinik Internasional, juga ditunjang peralatan medis canggih serta dokter ahli spesialis yang sudah berpengalaman dibidangnya, anda bisa mengunjungi klinik apollo untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan segera.

    Jika Anda memiliki pertanyaan seputar penyakit kelamin yang anda rasakan, jangan ragu untuk bertanya pada kami karena isi konsultasi aman terjaga, privasi pasien terlindugi, dan anda bisa tenang berkonsultasi langsung dengan kami. Anda dapat menghubungi hotline di (021)-62303060 untuk berbicara dengan ahli Klinik Apollo, atau klik website bawah ini untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis klinik Apollo.

    Wartadokter
    klinikkesehatan
    kesehatankelamin

    BalasHapus
  2. POKERPAIR88.ME buat yang mau main Poker Online, Live Poker, Domino Qiu-Qiu, Bandar Ceme, Ceme Keliling, Capsa Susun. Minimal deposit dan withdraw 10 ribu. Proses Depo WD super cepat. BBM : 7B1D03C3 , Line : pairbet

    BOCA88.COM : Judi Bola (Sportsbook), Casino Online (Baccarat, Roulette, Sicbo & Rolling Ball), Keno, Sabung Ayam (Cock Fight) dan 3D Game. Minimal deposit dan withdraw 10 ribu. Proses Depo WD super cepat BBM : D3CC11C5 , Line : Gaple28 , WA : 081267595721

    BalasHapus
  3. Herpes merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang di sebabkan oleh virus. Virus herpes ini menyerang saraf tepi,maka dari itu janganheran kalau rasanya sakit sekali. Selain menimbulkan sakit saat masih terdapat luka, rasa sakit juga masih akan tetap di rasakan oleh penderita walaupun luka sudah kering dan sudah sembuh.


    cara mengobati herpes

    Herpes merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat mudah sekali untuk menular, jadi hati-hati dan jaga kontak fisik dengan penderita herpes. Herpes itu sendiri juga di bedakan menjadi beberapa macam, sesuai dengan penyebabnya yaitu herpes simplek yang ditandai dengan luka seperti melepuh dan berisi air, herpes zoster merupakan jenis herpes yang terjadi karena penyakit varisella yang kambuh lagi, herpes genital yang berada di daerah alat kelamin, herpes labialis jika herpes terdapat pada bibir.

    Cara Mengobati Herpes S
    Herpes merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, maka dari itu antibiotik seperti amoxcilin, ampicillin tak akan mempan untuk meredakan herpes. Karena herpes merupakan penyakit yang di akibatkan oleh virus, obatnya pun yang harus untuk membunuh virus bukan antibiotik yang berguna untuk membunuh bakteri. Ada beberapa tips yang bisa anda lakukan sebagai cara mengobati herpes. Seperti apa caranya, kita lihat yuk.

    Cara Mengobati Herpes
    Beberapa jenis obat-obatan anti virus yang bisa digunakan untuk mengatasi herpes antara lein seperti asyclovir, valasiklovir, famsiklovir. Obat-obatan tersebut khusus untuk mengobatii segala jenis penyakit yang berasal dari virus. Jadi jangan selalu berasumsi semua penyakit bisa sembuh dengan antibiotik. Karena terlalu banyak mengkonsumsi antibiotik justru akan sangat merugikan tubuh karena tubuh akan resisten dengan antibiotik tersebut.

    Kulup | Kulup panjang

    Ejakulasi dini | Sunat dewasa tak perlu malu

    Chat | Klini chat

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...